Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, September 4, 2015

sukabumiNewsnet

Istri Terima Telefon Lelaki, Suami Kalap Langsung Membunuh

CIBINONG - Sesosok mayat perempuan di Cluster Monaco, Kota Wisata Desa Nagrak Kecamatan Gunung Putri Selasa lalu, ternyata korban pembunuhan suaminya sendiri. Korban Nurjanah (32) dihabisi suaminya Nurdin Suparman (43) dengan cara dicekik, lalu mayatnya diperlakukan sadis sebelum dibuang.
Berdasarkan hasil penyelidikan jajaran Polsek Gunung Putri Polres Bogor, kejadian bermula saat Nurjanah selesai mandi, di rumahnya di kawasan Pasar Kranggan Bekasi. Pasangan tersebut terlibat cekcok mulut setelah Nurjanah mengoperasikan telefon genggam. Nurdin kalap karena didasari rasa cemburu terhadap lelaki yang menjadi lawan bicara istrinya.
Menurut pengakuan Nurdin, ia mencekik sang istri selama 15 menit sampai tidak bernapas lagi. Ia pun lantas membungkus istrinya dengan karung-karung plastik yang ada di rumahnya. "Karung tersebut merupakan bungkus dus-dus sepatu, karena istri membantu tersangka pembunuh dalam berjualan sepatu," kata Wakapolres Bogor Anwar Haidar didampingi Kapolsek Gunung Putri Tri Suhartanto, di Mapolres, seperti diberitakan PRLM, Jumat (4/9/2015).
Jasad korban yang ia bungkus dibawa ke sepeda motor otomatis bernomor polisi B 3474 KSK. Jasadnya ditekuk paksa agar bisa berjongkok di bagian depan motor. Kaki korban pun dililit karet bekas ban ke pijakan sepeda motor. Dalam kondisi bingung, Nurdin memutuskan membuang jasad sang istri di Cluster Monaco. "Tersangka membuang mayat di perumahan yang masih satu kawasan dengan tempatnya bekerja. Dia bekerja di Cluster Paris, Kota Wisata. Awalnya sebagai sekuriti, dan kabarnya juga menjadi supir," tutur Wakapolres.
Penyelidikan polisi dimudahkan dengan gerak-gerik tersangka yang mencurigakan. Sebagai suami, ia tak mencari keberadaan istrinya kendati ditemukan tewas dalam kondisi nahas. Padahal, sesaat setelah mayat ditemukan, keluarga korban langsung mengenalinya sebagai Nurjanah atau akrab disapa Nungki. Sebelumnya, polisi bahkan menyebarluaskan sketsa wajah korban terutama di sekitar lokasi penemuan. Keluarga menuturkan, kata Wakapolres, bahwa keduanya sering bertengkar dan suaminya temperamen.

Polisi pun menangkap tersangka di tempat kerjanya. Dari rumah keduanya, diperoleh barang bukti yang mengarahkan bahwa benar pembunuh Nurjanah adalah suaminya. Polisi menemukan karung yang sama dengan pembungkus mayat, serta dedaunan kering yang identik ditemukan di tempat kejadian perkara dan rumahnya. [Red*]


Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu