Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, May 19, 2015

sukabumiNewsnet

Guru SD di Sukabumi Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Belakang Sekolahnya

sukabumiNews, SUKABUMI--Tak pulang ke rumah usai mengajar Senin kemarin (18/5/2015), seorang guru SDN 5 Kelurahan Sekarwangi Kecamatan Cibadak Sukabumi, Kilah (48) ditemukan tewas di sebuah selokan belakang gedung sekolahnya. Ceceran darah terlihat di ruangan kelas tempat ia mengajar.

Jenazah Kilah ditemukan oleh adiknya Iwan (35) pukul 06.30 WIB, Selasa (19/5/2015).

Informasi yang dihimpun, Kilah diketahui hilang sejak Senin (18/5/2015) sepulang mengajar sekolah. Suami korban Ade Kusmiadi (49) dan Iwan sang adik sempat melakukan pencarian. Tadi pagi, Iwan mencari ke ruaag kelas 6 tempat korban biasa mengajar. Saat itu ia menemukan bercak darah di ruang kelas 6.

"Sejak sore sebenarnya saya ingin ke sini, cuma oleh satpam tidak diperbolehkan masuk. Baru pada pagi tadi saya masuk dan memeriksa ke ruang kelas biasa kakak saya mengajar di situ saya menemukan jejak ceceran darah," tutur Iwan.

Ketika ditelusuri, ceceran darah mengarah ke halaman belakang sekolah. Terhalang tembok, Iwan kemudian memeriksa selokan yang ada di sana. Saat itulah ia kaget bukan kepalang ketika melihat sesosok tubuh penuh darah di selokan tepat di bawah belakang tembok sekolah.

"Saat itu juga saya memeriksa ke belakang, saya yakin itu tubuh kakak saya karena bajunya saya kenali. Saat itu juga saya memanggil guru teman-teman korban dan melaporkan hal ini ke pihak kepolisian," lanjutnya.

Ditemui di lokasi kejadian Kapolsek Cibadak Kompol Undang Dedi menyebut saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas tewasnya guru kelas 6 SD tersebut. "Kita masih menunggu tim identifikasi dari Polres Sukabumi, rencananya tim K9 dari Polda Jabar juga akan dilibatkan," singkatnya.

Saat ini warga di sekitar lokasi mengerubuti tempat kejadian perkara. Banyaknya warga yang berdatangan membuat polisi memasang garis pengaman. Di sekitar lokasi tampak sebuah serok sampah dan kain putih penuh dengan bercak darah. Red*/dtiknews



Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu