Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, May 5, 2015

sukabumiNewsnet

Diam-diam, Sukabumi Menggeliat Jadi Kota Industri Minuman Ringan

sukabumiNews, SUKABUMI--Industri di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mulai menggeliat. Kini, banyak pabrik-pabrik minuman ringan bermunculan di wilayah selatan Jawa Barat ini.

Sebut saja, PT Djojonegoro C-1000 pabrik yang memproduksi minuman isotonik, juga ada lagi PT Tirta Investama atau yang lebih dikenal dengan produsen air mineral bermerek Aqua yang juga mengoperasikan beberapa pabrik di Sukabumi.

Belum lagi ada Yakult, Pocari Sweat, lalu PT Asia Health Energi Beverages yang memproduksi Kratingdaeng yang juga menjalankan bisnisnya di Sukabumi.

Selain itu, pabrik milik salah satu orang terkaya di Indonesia, Anthony Salim dengan perusahaan Jepang, PT Asahi Indofood Beverages Makmur juga meresmikan pabrik minuman ringan senilai Rp 700 miliar, dan selanjutkan akan menambah investasi hingga Rp 650 miliar.

Hal tersebut semakin menegaskan, Sukabumi kini mulai menggeliat sebagai kawasan yang menjadi tempat berkumpulnya industri minuman ringan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin pun mengakui hal tersebut. Menurutnya, Sukabumi berpotensi dibangun kawasan industri yang terintegrasi termasuk untuk minuman ringan.

"Kami punya harapan akan dibangun kawasan industri di Sukabumi. Apa yang dilakukan bupati, yang membuka ruang yang lebar untuk investasi itu luar biasa," kata Saleh seperti dikutip  Media Bisnis, kala meresmikan pabrik Asahi Indofood Bverages Makmur beberapa waktu lalu.

Ketua Himpunan Kawasan Industri Sanni Iskandar juga menuturkan, berkembangnya Sukabumi sebagai kota dengan industri minuman, akan berdampak positif bagi perekonomian di daerah tersebut.

"Tentunya bagus, dalam arti penyebaran lokasi industri di setiap kabupaten, membutuhkan pertumbuhan ekonomi daerahnya," tuturnya, Selasa (5/5).


Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu