Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, April 14, 2015

sukabumiNewsnet

Studi: Smartphone Bisa Jadi Alat Deteksi Gempa

sukabumiNews, New Delhi - Para ilmuwan kabarnya tengah mencoba untuk mencari cara untuk memanfaatkan smartphone untuk bisa memprediksi dan memperingatkan orang lain dari gempa bumi.

Penelitian yang telah dipublikaskan di jurnal Science Advances akhir pekan lalu mengklaim Fungsi GPS bisa direkayasa untuk bisa mendeteksi dua penanda awal gempa bumi, yang selama ini mengandalkan teknologi gelombang seismik, demikian lansir Indiatoday.

Disebutkan, peringatan gempa yang memanfaatkan GPS itu cukup sederhana. Jika penerima GPS beberapa ponsel tiba-tiba mengarah pada satu arah gelombang saja, itu berarti bukan gempa. Sebaliknya, jika ada beberapa ribu ponsel yang bergerak sekaligus, gerakan itu kemungkinan sentakan seismik.

Perangkat smartphone nantinya juga bisa menentukan lokasi dan besarnya kekuatan gempa dengan berdasarkan jumlah gerakan permukaan, yang kemudian bisa mengirimkan peringatan.

Dalam uji coba itu, peneliti menggunakan smartphone masa kini seperti Google Nexus 5 dengan sistem peringatan dini berdasarkan lokasi GPS pengguna di sekitarnya dapat digunakan untuk memperingatkan banyak orang lain.

Penggunaan smartphone menjadi alat deteksi gempa bisa menjadi solusi perubahan untuk negara-negara berkembang yang tidak mampu melakukan sistem seismograf.

Tentu saja akan ada rintangan di jalan inovasi ini. Seperti ada berbagai wilayah dunia yang belum memiliki jaringan telekomunikasi. Hal ini jelas membuat sistem peringatan dini ini terkendala. Tantangan selanjutnya, yaitu penerimaan dari vendor pembuat perangkat.

Untuk mewujudkan ide peringatan dini ini, peneliti membutuhkan akses ke data mentah GPS. Sementara itu, pembuat smartphone sejauh ini kerap menolak akses. Red*

Sumber: inilah.com



Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu