Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, April 4, 2015

sukabumiNewsnet

Polisi Ciduk Pria Pembuat Senjata Rakitan di Sukabumi

sukabumiNews, SUKABUMI--Pria berinisial DI, warga RT 47/9 Kampung Cikarang, Desa Gunung Guruh, Kecamatan Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi, meringkuk di sel tahanan Polres Sukabumi. DI diamankan lantaran kedapatan memiliki senjata api (senpi) rakitan ilegal.


Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar), Kombes Sulistyo Pudjo, mengatakan, DI membuat senpi rakitan di kediaman orang tuanya. Adapun kediaman orang tuanya berada di Kampung Cirumput, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.


"Tersangka ditangkap polisi pada Selasa, 17 maret 2015 sekitar pukul 03.00 di Jalan Cibodas, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, " kata Sulistyo melalui pesan singkatnya, Kamis (2/4).


Selain senpi rakitan, sambung Sulistyo, tersangka memiliki tujuh butir peluru kaliber 5,56 mm. Peluru itu ditemukan sebelum DI membuat senpi rakitan. Diduga DI mendapatkan peluru di sebuah rumah di Cikembar, Kabupaten Sukabumi.


"Tersangka membuat senpi itu dengan cara belajar melalui internet," ujar Sulistyo.

Adapun tersangka, kata Sulistyo, membuat senpi rakitan untuk dipakai sendiri. DI pun akan menjualnya jika ada yang berminat membeli senpi rakitannya tersebut. Kini tersangka dijerat pasal 1 UU darurat No 12 tahun 1951 yang ancaman hukuman maksimalnya selama 20 tahun penjara.

"Dari tersangka diamankan satu pucuk senpi rakitan dan 6 butir peluru kaliber 5,56 mm. Selain itu juga peralatan membuat senpi, yakni 1 set gurinda, 1 set bor, 1 set gergaji besi, 2 obeng, 1 palu, 1 tang, 1 popor, 2 pelatuk, 2 potong ban laras, 2 buah catok kecil, 2 buah contoh senjata mainan, 1 ban laras pendek, dan cat hitam," kata Sulistyo. Red* [Tribun]


Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu