Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, April 20, 2015

Bait Elyas

Pengakuan "Mamih", Keuntungan dari Bisnis Eseks-eseks

sukabumiNews, BANDUNG - Ada banyak cara dilakukan oleh germo untuk menjalankan bisnis haramnya. Termasuk cara untuk menarik 'minat' perempuan dan anak baru gede (ABG), agar ‎​mau menjadi pekerja seks komersil (PSK), yang melayani pria hidung belang.

Modus terbaru terungkap setelah Polrestabes Bandung, berhasil membongkar praktek prostitusi rumahan atau rumah bordir di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Minggu (19/4/2015) dini hari.

Polisi berhasil mengamankan lima orang germo berikut seorang bosnya. Dalam menjalankan aksinya, mereka melakukan modus yang bisa mengiming-imingi perempuan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga atau penjaga toko.

"Jadi modusnya pelaku ini menjerat korban dengan iming-iming pekerjaan," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol. Angesta Romano Yoyol, di Mapolrestabes Bandung, Jl. Jawa, Minggu (19/4/2015), seperti dilansir galamedianews.com.

Yoyol menyebut, pelaku mencari perempuan atau ABG yang tengah 'galau' mencari pekerjaan. Perempuan atau ABG itu, kemudian dibujuk rayu dengan ditawari pekerjaan. "Biasanya ditawari bekerja sebagai pembantu atau karyawan toko," kata Yoyol.

Tapi yang terjadi, bukan pekerjaan halal yang didapat oleh para korban. Mereka malah dipekerjakan sebagai pemuas nafsu pria hidung belang. "Jadi mereka (korban, red) ini disekap dan dipaksa melayani tamu. Mereka dijadikan PSK," paparnya.

Anak Jalanan

Menurut Yoyol, yang menjadi korban dari aksi para germo tersebut biasanya anak-anak jalanan atau mereka yang sedang mencari pekerjaan. Dengan mudahnya komplotan itu dapat menjerat korbannya.

"Praktek ini sudah berjalan sekitar  dua tahun. Tarif atau harganya bervariasi, ada dari Rp 175 ribu sampai Rp 225 ribu," tandas Yoyol.

Salah seorang germo rumah bordir di Jalan Dewi Sartika, PO (38) mengaku, mengurus empat  perempuan PSK. Usia mereka bervariasi, ‎​ada yang berusia 22 tahun, 23 tahun, 27 tahun dan 33 tahun.

"Mereka janda. Ada yang tinggal disitu, ada yang pulang. Tarifnya Rp 175.000 sekali kencan dan saya dapat Rp 85.000 per transaksi," aku ibu dua anak ini.

PO pun tak menampik, tamu yang sering datang ke rumah bordir di kawasan Jalan Dewi Sartika itu terbilang cukup banyak. Dalam satu hari, lanjutnya, tamu bisa mencapai 15 orang lelaki hidung belang atau lebih. [red.be/galamedianews.com]

Editor: Bait Elyas





Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu