Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, April 25, 2015

sukabumiNewsnet

Kejahatan hipnotis marak di Sukabumi, polisi minta warga waspada

sukabumiNews, SUKABUMI - Kota Sukabumi , Jawa Barat, saat ini tengah diteror oleh maraknya aksi kejahatan menggunakan hipnotis atau kerap disebut gendam. Buat memburu pelaku, Polres Sukabumi sengaja menyebar sketsa wajah pelaku hipnotis.

"Sketsa wajah ini kami dapat melalui keterangan dari para korban dan melibatkan tim Informasi dan Teknologi (IT) Polres Sukabumi Kota," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Diki Budiman di Sukabumi, seperti dikutip Antara, Jumat (24/4).

Menurut Diki, pelaku hipnotis memang dikenal licin dan banyak para korbannya tidak sadar menjadi sasaran kejahatan. Karena saat kejahatan terjadi korban sedang berada di bawah pengaruh hipnotis, mereka pun kadang tidak bisa mengingat wajah pelaku sehingga menyebabkan polisi kesulitan dalam melakukan pengejaran karena kehilangan jejak.

"Modus kejahatan baru-baru ini dilakukan pelaku hipnotis di Sukabumi adalah mereka berpura-pura kejang agar calon korbannya berempati," ujar Diki.

Selain itu, lanjut Diki, pelaku hipnotis kerap mengincar warga terlihat agak lengah atau terlihat murung sehingga mudah terhipnotis. Mereka biasanya membidik perempuan menggunakan perhiasan mencolok, atau baru saja mengambil uang dari anjungan tunai mandiri (ATM) atau bank dan sebelumnya sudah dibuntuti.

"Dari hasil sketsa ini dan menurut korban wajahnya mirip, diharapkan bisa mempermudah kami dalam melakukan pengejaran dan penangkapan," tambah Diki.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota, AKP Sulaeman Salim mengatakan, biasanya pelaku hipnotis beraksi di pusat perbelanjaan maupun bank. Sebelum melakukan aksinya, mereka biasanya mengawasi lokasi sekitar dan berpura-pura menyapa. Jika lengah, lanjut dia, maka si pelaku dengan mudah menghipnotis dan menguras harta benda korban.

"Dengan adanya sketsa ini masyarakat juga diimbau agar melapor kepada pihak kepolisian terdekat jika melihat atau menjadi korban hipnotis," kata Sulaeman.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada warga agar saat bepergian tidak menggunakan perhiasan, atau membawa barang berharga berlebihan karena rawan menjadi korban kejahatan.

Belum lama ini, seorang ibu rumah tangga bernama Yani Yuliani (43 tahun), warga perumahan Taman Asri, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi menjadi korban hipnotis. Korban digendam saat berada dalam angkutan umum oleh pelaku yang pura-pura kejang. Yani mengaku kehilangan gelang emas seberat 21 gram. Red*/



Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu