Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, April 8, 2015

sukabumiNewsnet

Buruh Wanita yang Tewas di Sukabumi Diduga Dibunuh Mantan Kekasih

sukabumiNews, SUKABUMI--Tim Buru Sergap (Buser) Polres Sukabumi Kota melakukan perburuan terhadap pelaku pembacokan Nina (34), buruh garment di Sukabumi, Jawa Barat. Identitas pelaku telah diketahui pihak kepolisian, diduga kuat pelaku adalah mantan kekasih korban.

"Berdasarkan informasi dari sejumlah saksi-saksi, pelaku adalah orang terakhir yang bersama korban sebelum kejadian. Saat ini Buser sudah bergerak ke sejumlah lokasi yang dicurigai jadi tempat pelarian pelaku," ungkap Kapolsek Gunungguruh Ipda Yudi Wahyudi kepada wartawan sekitar pukul 23.40 WIB, Selasa (7/4/2015).

Meski sempat dikabarkan meninggal dunia ternyata korban hingga saat ini masih dalam perawatan tim medis RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi. Ada 15 jahitan di sekitar kepala korban di bagian depan dan belakang.

"Dua luka di jidat kanan dan kiri dan tiga luka di kepala bagian belakang. Lebar luka rata-rata 6 cm, korban hingga saat ini belum sadarkan diri," lanjut Yudi.

Korban diketahui berstatus janda beranak dua, dua anaknya dititipkan di orang tuanya yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Usai suaminya meninggal dunia, korban menjalin hubungan kasih dengan beberapa orang termasuk salah satu diantaranya adalah pelaku. Pelaku tega melakukan perbuatan tersebut diduga karena dendam.

"Pelaku tak terima diputuskan korban dan menjalin hubungan dengan kekasih barunya, namun itu baru dugaan saja ya. Info lengkapnya nanti setelah pelaku ini tertangkap," tutup Yudi.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sebuah besi panjang berukuran 30 cm yang ditemukan di bawah tempat tidur korban. Darah menggenangi nyaris seluruh ruangan kamar korban. Meski sempat berteriak minta tolong saat ditemukan warga, korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Red*/Syahdan Alamsyah/detik.com




Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu