Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, April 19, 2015

sukabumiNewsnet

Bobotoh Sajati Ajukan Protes ke Menpora

sukabumiNews, BANDUNG - Ketua umum Bobotoh Maung Bandung Sajati (The Bombs) Nevi Ependi, angkat bicara soal keputusan Menpora yang membekukan PSSI. Dia juga menyayangkan terhadap PSSI yang tidak mampu menemukan solusi untuk persoalan sepak bola Tanah Air.

Nevi berpendapat keputusan Menpora, Imam Nahrowi membekukan PSSI bukanlah solusi tepat membenahi sepak bola Indonesia. Dia menilai seharusnya Menpora menggunakan mekanisme sesuai dengan berbagai peraturan baik domestik maupun internasional, agar PSSI bisa menjalankan solusinya dengan baik.

"Saya kecewa ke PSSI ke Menpora kenapa tidak punya titik temu permasalahannya liat kami masyarakat yang hampir 99% menyukai hiburan olah raga sepak bola, apa lagi di Jawa Barat. Kenapa ga bisa menyelesaikan," kata Nevi, seperti dikutip inilahkorancom, Sabtu (18/4).

Sebagai reaksi dari bobotoh, Nevi siap menyatakan sikap agar menjadi perhatian oleh Menpora. Namun, dia mengimbau untuk saat ini bobotoh harus membaca persoalan ini dengan kepala dingin, jangan sampai menunjukan tindakan yang memicu persoalan berikutnya.

Nevi berharap Menpora bisa mempertimbangkan banyaknya masyarakat Indonesia yang cinta dan bahkan hidup dari sepak bola. Dia mendesak agar kompetisi QNB League 2015 juga harus segera kembali digulirkan, jangan sampai persepakbolaan Tanah Air menjadi lumpuh.

"Ya mungkin jalan satu-satunya bobotoh harus bersikap dewasa gimana caranya menanggapi permasalahan Menpora. Intinya bobotoh harus ngambil sikap supaya bisa di tanggapi sama Menpora. Bikin pengajuan protes ke Menpora kami sebagai warga negara Indonesia pecinta sepak bola," pungkasnya.Red*(tan)




Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu