Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, March 23, 2015

Bait Elyas

Pemalsu Novum Gasibu Divonis 2 Tahun Penjara

sukabumiNews, BANDUNG - Ridha Faridha Rukmiati Siti Jubaedah, terdakwa dalam perkara penggunaan surat palsu novum peninjauan kembali (PK) pada kasus lahan Gasibu, divonis dua tahun penjara. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Bandung memutuskan terdakwa terbukti bersalah sesuai dakwaan subsider Pasal 263 Ayat (2) KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ridha Faridha Rukmiati Siti Jubaedah secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah melakukan tindak pidana turut serta telah menggunakan surat palsu atau yang dipalsukan. Menjatuhkan pidana karenanya, dengan pidana penjara selama dua tahun," tutur Ketua Majelis Hakim Djoko Indiarto saat membacakan amar putusannya, di Ruang Sidang V PN Bandung, Jalan L.L.R.E. Martadinata, Senin (23/3/2015).

Hukuman yang dijatuhkan hakim itu tiga tahun lebih ringan dari tuntutan jaksa. Pada sidang dua pekan lalu, jaksa menuntut terdakwa dihukum selama lima tahun penjara.

Sebelum menyatakan putusan, majelis hakim terlebih dulu menyebutkan hal-hal yang menjadi pertimbangan. Untuk hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dinilai meresahkan dan terdakwa tampak tidak memiliki penyesalan.

Hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan, tidak pernah dihukum dan masih memiliki tanggungan keluarga.

Atas putusan itu, majelis hakim kemudian bertanya pada terdakwa apakah akan menerima atau keberatan dengan putusan. Terdakwa Ridha kemudian berkonsultasi dengan penasehat hukumnya dan menyatakan akan banding.

Pun dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar, juga menyatakan hal yang sama. Bahkan hari ini juga JPU akan langsung mengajukan banding. [red.be/galamedianews.com]

Editor: Bait Elyas
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu