Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, March 7, 2015

Bait Elyas

Kodim 0607 Sukabumi Gerebek Pabrik Pupuk Palsu

sukabumiNews, SUKABUMI - Komando Distrik Militer (Kodim) 0607/Kota Sukabumi menggerebek dua pabrik yang diduga membuat pupuk palsu dan oplosan di wilayah Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Senin (2/3/2015) malam.

Dari dua lokasi pabrik pengolahan pupuk palsu dan olahan itu ditemukan sebanyak 46 ton siap didistribusikan. Pada malam penggerebekan itu juga diamankan sebanyak 22 orang. Saat ini perkaranya untuk penanganan hukum sudah diserahkan ke Polres Sukabumi.

"Penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan dari perkara peredaran pupuk palsu di Cirebon," kata Komandan Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol. Arm. Saripudin saat jumpa pers di Markas Kodim 0607, Jalan Sukabumi-Cianjur, Kampung Ngaweng Kecamatan Sukaraja, Selasa (3/3/2015) siang.

Menurut Saripudin, hasil pemeriksaan perkara di Cirebon itu pupuk palsu berasal dari pabriknya di Surabaya dan Sukabumi. Selanjutnya untuk wilayah Sukabumi ditindaklanjuti dengan penyelidikan hingga akhirnya ditemukan dua lokasi pabrik.

"Dalam melakukan penggerebekan ini kami bersama Polres Sukabumi. Selanjutnya untuk penanganan perkara sudah dilimpahkan ke Polres Sukabumi, karena ranah hukum ada di teman-teman Polres Sukabumi," ujar dia.

Saripudin menjelaskan, modus pembuatan pupuk palsu dan oplosan ini dengan membeli pupuk urea asli dari Pupuk Kujang. Selanjutnya pupuk asli tersebut dicampur atau dioplos dengan bahan zeolite dan sejumlah campuran lainnya.

"Makanya dalam penggerebekan pabrik pupuk ini kami melibatkan petugas dari PT Pupuk Kujang area wilayah Sukabumi. Dan yang menyatakan pupuk tersebut palsu dan oplosan ini dari mereka," jelasnya.

Dalam jumpa pers tersebut, hadir pula Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Anjak Priatama Sukma. Anjak mengatakan, pihaknya menyambut positif atas terungkapnya pabrik pembuatan pupuk palsu dan oplosan.

"Kami mengapresiasi apa yang telah dilalukan Pak Dandim, ini langkah yang luar biasa. Kita menemukan fakta baru masih ada penyimpangan yang terkait dengan distribusi pupuk," kata Anjak kepada wartawan.

Dengan adanya kejadian ini, pemerintah daerah akan mengevaluasi distribusi pupuk bagi yang subsidi maupun non subsidi. "Ini menjadi bahan evaluasi semua, dan Insya Allah akan ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata," ujar Anjak.

Pantauan rekan media inilah.com di salah satu pabrik di Kampung Sukasirna Desa/Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Selasa (3/3/2015) petang tampak sepi. Di dalam lingkungan pabrik sudah tidak ada kegiatan, hanya ada tiga petugas yang sedang berjaga.

Lokasi pabrik terdapat di wilayah perkampungan yang sepi dan di sekitar lingkungan perkebunan karet di wilayah Kecamatan Cikembar. Untuk menuju ke lokasi, salah satu di antaranya melalui lintasan jalan milik perkebunan karet dari Cikembar ke Desa Cibatu. Sedangkan satu jalan lainnya melalui perkampungan.

Di halaman pabrik, terdapat tumpukan ratusan karung bermerek Nitrea dari PT Pupuk Kujang dan ratusan karung bermerek Dolomite. Menurut salah seorang penjaga, ratusan karung yang mencapai lebih 30 ton itu sudah menumpuk sekitar sebulan lalu.

Sedangkan di dalam pabrik yang terbuat dari bahan bangunan yang tidak permanen terdapat tumpukan ratusan karung hasil olahan dengan merek Trisuphat produksi CV Alam Perkasa Jaya Indonesia. Karung itu juga bertuliskan komposisi isi bahan baku phospat, kalsium, zeolite dan magnesium. [red.be/inilahkorancom]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu