Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, March 23, 2015

Bait Elyas

Katakan GAK Pada Korupsi !

sukabumiNews, BANDUNG - Pegiat Anti Korupsi dari lintas kampus menggelar aksi damai deklarasi Gerakan Anti Korupsi (GAK) di area Car Free Day Dago, Jalan Ir H Djuanda, Bandung, Minggu (22/3/2015) pagi. Mereka mengajak masyarakat Kota Bandung mendukung pemberantasan korupsi.

Acara yang digelar di depan Wisma Rumah Dinas Rektor ITB itu diisi oleh berbagai kegiatan. Mulai dari art performance, orasi oleh perwakilan universitas, musik oleh Hari Pochang, Iksan Skuter, Noor Cholis, Band ITB 76 serta flashmob gebrak sehat GAK.

Dalam aksi ini, pegiat anti korupsi mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam tiga tuntutan, yaitu 'Lawan Korupsi', 'Selamatkan Demokrasi' dan 'Makmurkan Rakyat'.

Tak hanya itu, masyarakat yang datang di CFD juga diajak untuk membuat sablon GAK di kaos dan membuat lambang tangan sebagai simbol perlawanan. Lambang itu dibuat menggunakan cat dan ditempel di kain yang ukurannya lebih besar bertuliskan #KainPercaKPK yang terinspirasi oleh gerakan Perempuan Anti Korupsi (PIA) pada tanggal 15 Februari hingga 8 Maret 2015.

Kordinator aksi, Sely Martini mengatakan, Gerakan Anti Korupsi (GAK) berpihak pada kebenaran yang menuntut tatanan politik dan hukum yang memiliki integritas, serta terpenuhinya kebutuhan seluruh masyarakat demi kehidupan bangsa yang lebih baik.

Soal tuntutan yang disampaikan pegiat anti korupsi dalam GAK ini, Sely menyebut hal itu merupakan dukungan terhadap upaya bangsa Indonesia dalam memberantas korupsi serta oligarki elit. Ia menilai, saat ini kondisi sosial politik Indonesia tengah terpuruk karena agenda pemberantasan korupsi telah diganggu dan dibajak oleh kepentingan segelintir kelompok elit.

"Dalam hal ini, telah terjadi pelemahan lembaga KPK melalui serangkaian proses kriminalisasi terhadap beberapa pemimpinnya," kata Sely.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia membutuhkan lembaga antikorupsi yang bersih dan bebas dari kepentingan politik. Indonesia membutuhkan institusi penegak hukum seperti Polisi, Kejaksaan dan KPK yang bersih dan berintegritas.

"Semua institusi penegak hukum harus bersih tanpa kecuali. Apapun yang terjadi, agenda pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Terlebih lagi karena saat ini telah terjadi indikasi serangan balik dari para koruptor yang merongrong kewibawaan lembaga negara," tegasnya.

Pegiat anti korupsi juga menyatakan dukungannya terhadap Presiden Republik Indonesia untuk melawan korupsi dengan memperkuat KPK, reformasi Polri serta Lembaga peradilan.

"Selamatkan demokrasi dari oligarki yang menggunakan politik sebagai alat untuk mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam Indonesia demi pemenuhan kepentingan pribadi dan kelompok elit yang mengabaikan rasa keadilan serta upaya pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya. [red.be/galamedianews.com]

Editor: Bait Elyas
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...