Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, March 3, 2015

Malik Sukabumi

Gubernur Ahmad Heryawan: Siapa pun yang mengkafirkan sahabat, kekafirannya kembali pada pelakunya

sukabumiNews, JAKARTA - Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat, menegaskan siapa pun pihak-pihak yang mengkafirkan sahabat, kekafirannya akan kembali kepada diri pelakunya. Hal tersebut diutarakan Gubernur Aher dalam sesi tanya-jawab dalam Bedah Buku “The Golden Story of Abu Bakar Ash Shidiq” di panggung utama Islamic Book Fair 2015, pada Ahad, (1/3), sebagaimana dilaporkan Kiblat.

Ada yang menarik pada sesi terseut. Salah seorang pemuda yang mengaku berasal dari Komunitas Anti Syiah (KASIH), maju dan menanyakan satu pertanyaan sambil memperkenalkan diri.

“Kalau Rasul saja mensifati Abu Bakar dengan sifat luar biasa seperti yang telah tadi ustadz paparkan, kenapa masih ada sekelompok orang yang masih bisa mencela beliau?”

Diiringi pekik takbir, sontak penonton memberi aplause kepada penanya.

Berkenaan hal itu, Aher menjawab, “Mengapa ada orang yang masih membenci Abu Bakar Ash-Shidiq, padahal seperti itu kehebatannya? Jawaban yang paling pas sebenarnya tanya kepada yang membenci itu. Yang paling tau mengapa dia membenci, yaa dirinya sendiri.”

Selain itu, boleh jadi dia tidak tahu, atau dia mendapatkan pengetahuan, doktrin yang salah tentang Islam, termasuk tentang Abu Bakar Ash-Shidiq, tambahnya.

“Memang ada sekelompok orang yang membenci, bukan hanya membenci bahkan mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, kecuali Ali radhiyallahu ‘anhum. Bagi kita keseluruhannya adalah sahabat nabi.

Aher melanjutkan, bahkan para ulama menyebutkan ketika ada seseorang yang mengkafirkan sahabat nabi, kekafirannya balik kepada yang mengkafirkannya, apalagi ini mengkafirkannya seluruhnya, kecuali beberapa saja. (Red*/arrahmah.com)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu