Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, March 6, 2015

sukabumiNewsnet

Aset Pemda Kab. Sukabumi Telantar

sukabumiNews, PALABUANRATU - Pengelolaan aset milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi di Kecamatan Cisolok telantar. Bangunan yang sudah jadi seperti Terminal Pamugaran dan Pasar Tradisional yang bernilai miliaran rupiah itu dibiarkan telantar selama sepuluh tahun.

Sejumlah tokoh masyarakat menyayangkan minimnya perhatian dari Pemkab Sukabumi dalam memelihara aset. Mereka menilai, pembiaran aset bangunan milik Pemkab di Kecamatan Cisolok itu dapat merugikan keuangan negara jika tidak dikelola dan dirawat dengan baik.

Pantauan di lapangan, bangunan Terminal Pamugaran Cisolok dan Pasar Tradisional yang dibangun sejak sepuluh tahun lalu itu cukup kumuh. Lantaran dibiarkan begitu saja, warga setempat memanfaatkan bangunan itu sebagai tempat menjemur cengkeh dan stok file batubara.

“Apa gunanya dibangun terminal dan pasar kalau tidak dimanfaatkan? Sejak dibangun hingga kini tidak pernah dioperasionalkan, ini kan mubazir. Kalau begini, pemerintah daerah sudah melakukan pemborosan anggaran,” kata Diding Driyana, tokoh masyarakat Cisolok, saat ditemui Harian Sukabumi, di Sekretariat Kaukus Muda Kecamatan Cisolok, belum lama ini.

Dia mengungkapkan, aset milik Pemkab Sukabumi ini sama sekali belum pernah dioperasionalkan hingga tampak kumuh dan telantar. Semestinya, kata Diding, pemerintah merencanakan dengan matang saat akan membuat program pembangunan untuk kepentingan masyarakat.

“Saya sangat menyayangkan atas sikap pemerintah yang membiarkan asetnya terbengkalai seperti ini. Seharusnya pemerintah membuat program yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tandas Odo sapaan akrab Diding Driyana.

Masih kata Diding, konsep dasar pembangunan terminal dan pasar di atas lahan 1 hektar ini awalnya cukup bagus. Eksesnya untuk kepentingan jalur transportasi angkutan kota dan bus umum serta peningkatan ekonomi masyarakat Cisolok. Namun setelah dibangun, kedua bangunan itu tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Kalau sudah seperti ini, kesalahan besar ada di pemerintah kita. Padahal masyarakat sangat mengharapkan terminal dan pasar dioperasionalkan untuk peningkatan ekonominya,” pungkasnya.
(Red*/hariansukabumi)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...