Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, March 14, 2015

sukabumiNewsnet

Ada Juga Penerima Program RUTILAHU Yang Tak Tahu Diri.

Renovasi RUTILAHU Tak Tahu Diri.
Ternyata ada juga penerima program rumah tidak layak huni atau RUTILAHU yang tak tahu diri.  Hal ini diungkap oleh Deden Sujatma, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat  atau BKM dari Limusnunggal Kota Sukabumi.

Deden mengungkapkan ketidaktahu dirian itu terjadi diwilayahnya. Usep Ermawan, warga  RT 5/2  Cibitung Limusnunggal adalah penerima program  RUTILAHU. Menurut Deden, secara teknis program ini hanya mendanai  rehabilitasi rumah tak layak huni seluas 20 meter persegi.  Penerima program yang memiliki rumah dengan luas diatas 20 M2  bisa merehab seluruh luas rumah denga catatan dana dari  program  RUTILAHU  tetap hanya seluas 20 M2. Artinya,  kelebihan luas ruah yang direhab didanai sendiri.

Deden Sujatma menjelaskan Usep itu tak mengukur kemampuan dirinya. Luas rumahnya 60 M2  seluruhnya direnovasi. Padahal, menurut Deden, Usep ternyata  hanya mengandalkan dana dari program ini. “Akibatnya, rumah Usep jadi tak berbentuk. BKM sama sekali tak mungkin menyelesaikan renovasi  seluruh luas rumah’’, ujar Deden.

Parahnya, menurut Deden, Usep ternyata meminta bantuan LSM dan wartawan  untuk menekan BKM.  ‘’Kepada wartawan dan  LSM  Usep mengungkapkan rumahnya tak direnaovasi sampai tuntas karena dananya disunat BKM’’, ujar Deden.
Menyikap persoalan itu Deden menegaskan  pihaknya  tetap berkomitmen  untuk menyelesaikan renovasi rumah Usep sesuai ketentuan. Karena itu Deden menegaskan ruangan seluas 20 M2  dirumah Usep tetap akan direhab sampai tuntas.

Deden Sujatma juga menegaskan untuk rumah Usep ini masih ada plafon dana sekitar Rp 2 juta yang belum terserap. ‘’Dengan sisa plafon dana sebesar itu BKM akan berupaya  agar 20 meter persegi rumah Usep tuntas direnovasi’’, ujar Deden.

Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu