Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, February 17, 2015

Malik Sukabumi

Walikota Sukabumi Buka Rakor TP PKK Kota Sukabumi Tahun 2015

SUKABUMI, sukabumiNews; Walikota Sukabumi, H. Mohamad Muraz, S.H., M.M., secara resmi membuka Rakon (Rapat Konsultasi) TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan Kesehjateraan Keluarga) Tahun 2015, bertempat di Gedung Pusat Kajian Islam Kota Sukabumi, Senin 16 Februari 2015.

Dalam sambutannya Walikota Sukabumi menjelaskan, Pemerintah Kota Sukabumi memberikan apresiasi yang tinggi atas dilaksanakannya Rakon ini. Karena dapat meningkatkan sinerjitas berbagai program TP PKK, dengan para pemangku kepentingan lainnya.  “Kami harap agar berbagai program TP PKK, khususnya yang berkaitan dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, senantiasa mendapat dukungan dari seluruh OPD dan Instansi Vertikal di Kota Sukabumi”, katanya.

Dia juga menjelaskan, Gerakan PKK sangat penting, khususnya dalam upaya peningkatan pembinaan dalam bidang pendidikan dan kesehatan keluarga. Sebab menurutnya, pendidikan di lingkungan keluarga, merupakan yang pertama dan utama bagi setiap anak. “Untuk itu, sentuhan yang salah dalam pendidikan di lingkungan keluarga, cenderung dapat berpengaruh pada kegagalan pendidikan bagi seorang anak selanjutnya”, ujar Muraz, seperti dikutip sukabumiNews dari situs Pemda Kota Sukabumi, sukabumikota.go.id, Senin 16 Februari 2015.

“Demikian pula pembiasaan pola hidup sehat, juga berangkat dari lingkungan keluarga”, tambahnya. Berkaitan dengan hal tersebut, Walikota Sukabumi mengharapkan, pendidikan dan pembiasaan pola hidup sehat yang dimulai dari lingkungan keluarga, menjadi sebuah gaya hidup dan budaya di masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Instansi Vertikal, para Camat, Ketua GOW (Gabungan Organisasi Wanita), Ketua DWP (Dharma Wanita Persatuan), serta undangan lainnya. (Red*)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu