Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, February 28, 2015

sukabumiNewsnet

Jelang Pilkada Sukabumi, Kandidat Mulai Perang Atribut

sukabumiNews, SUKABUMI - Kalangan Bakal Calon (Balon) bupati-wakil bupati mulai mempromosikan diri melalui berbagai alat peraga kampanye, seperti penyebaran baligo dan atribut kampanye lainnya di sejumlah titik strategis di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kondisi itu sudah mulai tampak belakangan terakhir terutama di sepanjang ruas jalan utama di bagian utara. Termasuk sosialisasi masif melalui berbagai jejaring sosial.

Pantauan di lapangan, sejumlah kandidat yang sudah berani menampilkan lewat baligo di antaranya Marwan Hamami (Ketua DPD Partai Golkar), Iman Adinugraha (Ketua DPD PAN), Novian Abdurahman (pengusaha), Ujang Fahpulwaton (politikus), dan kandidat lainnya.

Umumnya, mereka “memasang” foto terbaiknya agar lebih dikenal dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Sementara ini, belum diketahui pasti mereka akan menjadi bakal calon bupati maupun wakil bupati. Pasalnya, saat ini baik kandidat maupun parpol tengah melakukan penjajakan untuk berkoalisi mengusung masing-masing jagoannya.

Selain memasang atribut, mereka memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan diri sebagai balon bupati. Yang mengemuka misalnya Sekretaris Daerah (Sekda) Adjo Sardjono, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sukabumi Musthafa Kamal, dan Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi Totong Suparman.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sukabumi, Dadang Iskandar menilai sosialisasi di tengah masyarakat saat ini tidak menjadi permasalahan karena belum memasuki tahapan resmi. Menurutnya, tahapan Pilkada diperkirakan akan dimulai pada Juni mendatang apabila Pilkada dilakukan serentak pada Desember nanti. Red*(smi/poskota)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu