Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, January 25, 2015

Malik Sukabumi

Wakil Bupati Sukabumi, “Banyak Kesalahan dan Kekurangan Dalam Bertugas”

Wakil Bupati Sukabumi, H.Akhmad Jajuli.M.Pd.,  mengaku, selama menjalankan tugas sebagai wakil bupati, banyak kesalahan dan kekurangan.

Hal itu diungkapkan Jajuli dalam sambutannya saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw 1436 H di Majlis Ta’lim Al-Falaah, kp. Bungur Pandak Desa Bojong Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam (24/01/2014).

Dia juga menegaskan, kesalahan dan kekurangan itu pasti ada, “karena setiap manusia tidak terlepas dari segala kealfaan dan kesalahan”, ucap Jajuli dihadapan sukabumiNews.

“Oleh karenanya pada momentum ini saya selaku pribadi mohon maaf atas kekurangan tersebut”, lanjutnya.

Ia juga menyadari bahwa selama ini jarang sekali mendapat kesempatan untuk mengunjungi masyarakat setempat. Padahal Ia menjelaskan bahwa program seperti itu termasuk program kerja pemerintah, dalam hal ini pemda kabupaten sukabumi, khususnya di bidang sarana keagamaan.

“Bersyukur malam ini kami bisa berkunjung ke tempat ini dan bersilaturahmi dengan warga disekitar kampung Bungur Pandak ini, meski agak terlambat dan tidak bisa lama-lama, karena masih banyak agenda yang harus dituntaskan”, katanya.

Sementara menurut Hasan, ketua pemuda sekaligus panitiya peringatan Maulid Nabi Muhammad saw Majlis Ta’lim Al-Falaah mengucapkan rasa syukurnya bahwa pada peringatan Maulid kali ini, bisa dihadiri oleh wakil Bupati Sukabumi.

Terkait hal tersebut,  ust. Eman Sulaeman, tokoh masyarakat setempat itu memiliki pandangan yang sama. Namun ia mengharapkan agar momentum seperti ini tidak dijadikan ajang politik seperti yang dilakukan beberapa pejabat lainnya saat ini.

Di akhir sambutannya, Pimpinan Majlis Ta’lim itu, berharap kepada wabup agar majlis ta’lim yang dikelolanya mendapat bantuan untuk meningkatkan kapasitas jama’ah. Sebab menurutnya tempat yang selama ini dijadikan sarana untuk membina ummat, dirasakan kurang memadai.

“Syukur-syukur kalo bisa kita tingkatkan menjadi dua tingkat”, pungkasnya. (Tedi S)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...