Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, January 21, 2015

budi acakatam

Rame-rame Rehab Rumah Tidak Layak Huni Di Limusnunggal.



sukabuminews,SUKABUMI, Peran serta warga dalam merehab rumah tidak layak huni ternyata masih tinggi. Setidaknya, itulah yang terlihat di Keluarahan Limusnunggal Kota Sukabumi. Sepuluh rumah yang direhab dengan dana  Bantuan Gubernur 2014 hampir semuanya menghabiskan dana diatas plafon yang ditentukan.

Deden Sujatma, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat atau BKM Amanatul Ummat Kelurahan Limussunggal mengungkapkan nilai bantuan gubernur   sebenarnya hanya Rp 14,6 Juta. ‘’Nilai itu adalah untuk bahan dan upah kerja. Kalau dihitung dengan Biaya Operasional BKM nilanya Rp 15 juta per rumah. Tetapi, kerabat dan warga sekitar penerima manfaat ternyata memberikan dukungan materi yang luar biasa’’, ungkap Deden.

Sebagai contoh, Deden Menunjuk rumah warga bernama Upinah. Janda tua yang tinggal RT 2 RW 6  itu memiliki rumah yang hampir roboh seluas 50 meter persegi. Deden menambahkan rumah Upinah ditaksir telah menghabiskan dana sekitar Rp 30 juta.  

Menurut Deden, pihak BKM Amanatul Ummat sama sekali tak menambah kekurangan dana bagi rehab rumah Upinah. Deden juga menjelaskan selain sumbangan warga sekitar, kerabat Upinah yang tinggal diluar kota juga banuak yang menyumbang. Seorang kerabat Upinah yang berprofesi  tukang bangunan bahkan membantu dengan tenaga dan pikirannya sehingga rumah itu terbangun dengan tepat guna.

Yang menarik, ternyata  semua rumah yang direhab dengan dana Bantuan Gubernur memiliki tanda-tanda yang sama. Deden mengungkapkan semua anggota BKM memutuskan  biru adalah warna yang menunjukkan rumah itu direhab dengan stimulus dana dari Program BAN GUB. Menurut Deden, BKM Amanatul Ummat tidak ingin member tanda berupa tulisan dari setiap rumah yang direhab. ‘’Cukup dengan warna yang sama sehingga kesannya lebih bermartabat’’, ujar Deden.

Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu