Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, December 15, 2014

Malik Sukabumi

Reses, Anggota DPR Dapil Sukabumi Sidak Harga Sembako

sukabumiNews, SUKABUMI—Harga sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat di pasaran masih tinggi. Hal ini berdasarkan pantauan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Heri Gunawan yang menggunakan masa resesnya dengan memantau harga sembako di pasar tradisional.

Dari pantauan di Pasar Pelita Kota Sukabumi, harga sembako yang cukup tinggi adalah cabai merah. Saat ini harga cabai merah mengalahkan harga daging ayam yakni Rp 90 ribu per kilogram. Sementara harga daging ayam per kilogramnya hanya Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

‘’Harga di pasaran memang tergantung pasokan dan permintaan barang,’’ ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Heri Gunawan kepada wartawan, seperti dikutip Republika, Ahad (14 December 2014).

Saat ini yang harganya cukup tinggi adalah cabai merah yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain.

Selain cabai sejumlah komoditas lainnya juga mengalami kenaikan harga seperti wortel dari Rp 8 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Sementara untuk komoditas daging harganya masih stabil. Harga daging sapi misalnya bervariasi antara Rp 95 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram.

Sementara harga daging ayam mencapai kisaran Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram.

Dari sidak ini pula terang Heri, ia mendapatkan informasi banyaknya retribusi yang harus dibayarkan para pedagang pasar. Akibatnya, para pedagang harus menanggung beban yang cukup besar setiap harinya. Selain komoditas barang pokok, komoditas lainnya yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah ikan asin.

 ‘’Harga ikan asin naik cukup tinggi setelah ada kenaikan harga BBM,’’ ujar Cicah (45 tahun), pedagang ikan asin di Pasar Pelita. Dicontohkan dia, harga ikan sepat misalnya saat ini dijual Rp 80 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya hanya Rp 50 ribu per kilogram. [sukabumiNews/ROL]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu