Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, December 4, 2014

sukabumiNewsnet

Puluhan Pelajar Dua SMK Sukabumi Bentrok

Sukabumi - Puluhan pelajar dua SMK di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, kembali bentrok, Rabu (3/12/2014).



Kali ini bentrokan melibatkan SMK Teknika, Cisaat dengan SMK Negeri 1 Pertanian Cibadak di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kampung Sekarwangi Kelurahan/Kecamatan Cibadak hingga mengakibatkan

arus lalu lintas di ruas jalan nasional sempat tersendat.



Warga di sekitar kejadian pun merasa terganggu dan berusaha membubarkan bentrokan .



Akibat dari bentrokan itu, satu pelajar SMKN 1 Cibadak, Algi Ghifari (17) menderita cedera pada bagian kepala dan harus mendapatkan penanganan medis di RSUD Sekarwangi.  Sementara sebanyak 22 pelajar diamankan Polsek Cibadak.



Bentrokan kedua SMK ini terjadi saat puluhan pelajar ini menuju sekolah masing-masing dari arah Bogor menuju Kota Sukabumi. Puluhan pelajar SMK Teknika menumpang truk toronton sedangkan sejumlah pelajar SMKN 1 Pertanian menumpang dua angkutan kota (angkot).



Awalnya mereka berjalan beriringan, truk toronton di depan sedangkan dua angkot di belakangnya. Saat dalam perjalanan, pelajar yang berada di bak truk itu melempari para pelajar di angkutan kota. Karena mereka yang menumpang angkot terlihat ada yang bergelantungan.



Namun truk toronton tidak melanjutkan perjalanan ke Kota Sukabumi dan berhenti di tempat pangkalan di sekitar jembatan Sekarwangi. Para pelajar itu berhamburan turun.



Tidak lama kemudian, dua angkot yang ditumpangi beberapa pelajar SMKN Pertanian melintas. Kedua kelompok pelajar itu akhirnya terlibat bentrok.



''Tindakan mereka ini sudah sangat keterlaluan. Selain ada korban luka dari pelajarnya sendiri, juga mengganggu arus lalu lintas dan ketertiban masyarakat,'' kata Iwan Supardi salah seorang warga kepada wartawan, Seperti dikutip sukabumiNews dari inilahcom, di lokasi kejadian, Rabu (3/12/2014).



Sementara, Kepala Polsek Cibadak, Kompol Undang Deddy mengatakan tindakan para pelajar dari kedua sekolah yang terlibat tawuran itu sudah bukan kenakalan remaja lagi. Melainkan sudah mengarah pada tindakan kriminal dalam bentuk tindakan pengeroyokan dan penganiayaan.



''Kami sedang memproses para pelajar yang berhasil diamankan. Kami juga sudah memanggil orangtua masing-masing pelajar dan juga dari pihak sekolahnya,'' katanya.



Dijelaskan Deddy, sebelumnya sebanyak 38 pelajar diantaranya SMK Teknika Cisaat dan SMK Negeri 1 Cibadak Kabupaten Sukabumi diamankan ke Polres Sukabumi Kota, karena terlibat tawuran di wilayah Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi, Jumat (28/11/2014) dini hari.



Beruntung tidak ada korban jiwa atau cedera yang dialami puluhan pelajar tawuran itu. Hanya saja seorang warga setempat mengalami cedera pada bagian matanya akibat terkena lemparan batu.


Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan empat senjata tajam yakni dua bilah samurai dan dua bilah celurit. Serta delapan buah gir motor yang sudah dimodifikasi dengan tali atau sabuk. (inilahcom/sukabumiNews)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu