Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, December 18, 2014

budi acakatam

OMS Potong 50 % Dana Rutilahu Kecamatan Surade.

Laporan Budi Kecil

sukabumiNews, SURADE - Dana Rumah Tidak Layak Huni atau Rutilahu di Desa Wanasari dan Desa Sukatani Kecamatan Surade dipotong setengahnya. Duapuluh orang warga miskin di dua desa tadi hanya menerima Rp 5 Juta dari nilai yang seharusnya Rp 10 Juta. 

Tudingan itu disampaikan oleh Haidir Dahlan, pengamat masalah sosial yang kerap melakukan investigasi lapangan. Haidir tidak sekedar menuding. Kepada wartawan ia memperdengarkan rekaman wawancaranya  dengan salah seorang penerima program rutilahu asal desa Wanasari  Surade.
Lebih jauh Haidir Dahlan  menyatakan pemotongan dilakukan oleh Organisasi Masyarakat Setempat atau OMS atas perintah Kepala Desa.  Sumber tadi juga menyebutkan OMS melakukan  intimidasi dengan keharusan menandatangani kuitansi senilai Rp 10 juta meski dana yang diterima hanya setengahnya.
Haidir Dahlan  dengan tegas menyatakan bila tak bersedia menandatangai kuitansi senilai Rp 10 juta maka dana akan dialihkan kepada pihak lain.Ironisnya,  saat warga miskin  penerima program tertidur lelap, sekitar jam 03.00 dini hari, OMS, BPD dan beberapa pihak lain sibuk membagi-bagikan dana ratusan juta hasil menggorok hak warga miskin.
Sementara, Tri Romadona, camat Surade, ketika ditemui di salah satu toserba Kota Sukabumi, dan dikonfirmasi terkait hal ini, ia tidak mengelak. Bahkan Dia menyatakan kejadian itu  berlangsung sbelum dirinya menjadi camat di Surade. 

Namun Tri mengaku memiliki data kemana saja dana haram hasil potongan dana rutilahu itu mengalir. Menurut Tri, berbagai pihak telah menerima dana haram tadi. Yang disebut-sebut Tri sebagai  penerima dana haram tersebut adalah  beberapa wartawan, LSM, aparat keamanan bahkan aggota legislatif periode lalu.


Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu