Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, November 25, 2014

Kang Malik As

Warga Batukarut Kab. Sukabumi Kesal dengan Sikap Pengelola STP Indosat.

Sukaraja - Warga kp. Batukarut, desa Selaai, kecamatan Sukaraja, kabupaten Sukabumi dibuat kesal dengan pembangunan Stasiun Transmisi Pembantu (STP) Indosat, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan tower  yang berdiri di lingkungannya.

Pasalnya, STP yang diketahui masyarakat milik perusahaan  Indosat, yang di bangun di atas tanah seluas lebih kurang 1are , milik salah seorang warga di Kampung Batu Krut RT 06/01 Desa Selaawi Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi itu di klaim warga tidak memiliki izin, tandatangan yang sah dari 150 lebih tandatangan warga yang  dimiliki pihak STP, terutama warga terdekat.

“Jika pembangunan STP ini tetap berjalan, sedangkan aturan administrasinya belum diselesaikan, kami siap untuk membongkar kembali tower itu”, ujar Dudi Haryadi (40), tokoh pemuda desa  Selaawi, belum lama ini.

Menurut Dudi, pada awalnya ia dan masyarakat sudah mencoba berbuat baik dengan memberi kesempatan kepada pihak perusahaan, yang dalam hal ini diwakili, Hadi S untuk mengadakan pertemuan dan negoisasi ulang dengan pihak warga.

“Kami sudah sepakat untuk mengadakan pertemuan ulang antara warga dengan pihak perusahaan secepatnya, setelah diadakan pertemuan sebelumnya di kantor Desa Selaawi, kecamatan Sukaraja, Sabtu, awal September 2014 lalu”. Jelas Dudi ketika dihubungi sukabumiNews, Selasa (25/11/2014)

Namun menurutnya hingga berita ini diturunkan, belum ada kabar sedikitpun dari pihak Indosat untuk menindak lanjuti hasil kesepakatan atas pertemuan yang  telah dihadiri, aparat Desa, Babinmas, dan Kapolsek Sukaraja saat itu.

Dengan demikuan, warga menduga pihak STP tidak punya niat baik untuk bersinergi dengan masyarakat yang ada di lingkungan pembangunan STP Indosat itu. (Malik/Herman).
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu