Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, November 20, 2014

Kang Malik As

Presiden Irak Kurdistan: Barat Tidak Sediakan Cukup Senjata untuk Mengalahkan Islamic State

IRBIL, IRAK KURDISTAN - Presiden Irak Kurdistan, Masoud Barzani, pada hari Rabu (19/11/2014) menuduh negara-negara Barat tidak memberikan senjata berat yang cukup untuk membantu pasukan ‘Peshmerga’ nya memberikan “pukulan yang menentukan” terhadap mujahidin Islamic State (IS).

Islamic State (IS) telah menyebabkan ketakutan internasional setelah menangkap hamparan besar Irak dan Suriah, mendeklarasikan “khilafah” Islam yang mengangkangi perbatasan antara keduanya.
Negara-negara Barat melihat Kurdi sebagai benteng penting melawan gerak maju IS lebih lanjut. Perancis, Inggris, Jerman dan negara-negara lain telah mulai mempersenjatai Kurdi.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada anggota koalisi (anti-IS) atas dukungan yang mereka berikan, tapi … semua dukungan yang kami terima sejauh ini tidak sampai ke tingkat yang diperlukan,” kata Barzani kepada France 24 dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Rabu.

“Sistem senjata berat yang kita butuhkan, terutama dalam hal kualitas dan kuantitas, misalnya APC (pengangkut personel lapis baja), helikopter, artileri yang kita butuhkan untuk perang yang menentukan terhadap mereka (IS) – kami belum menerima senjata-senjata jenis ini, “katanya.

Prancis mengatakan telah menyediakan senapan mesin dan amunisi dan telah berjanji untuk memberikan senjata “canggih” kepada Kurdi Irak. Sekitar 200 pasukan khusus Perancis juga berada di lapangan melatih Kurdi Irak.

Jerman mengatakan pihaknya mengirim senjata untuk melengkapi 4.000 pejuang Kurdi, termasuk senapan mesin, granat, sistem anti-tank dan kendaraan lapis baja. Inggris telah mengatakan akan memberikan senjata anti-tank, kacamata penglihatan malam, radar dan rompi anti peluru.
Namun, Barzani mengatakan janji itu tidak cukup.

“Apakah ada batas tertinggi pada sistem senjata berat yang harus kita terima dalam hal kuantitas dan kualitas? Jawabannya adalah tidak begitu jelas bagi kami,” katanya.

sumber : voa-islam.com / st / arham/sukabumiNews

Foto: Presiden Irak Kurdistan, Mas’ud Barzani (kiri) bertemu dengan Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon di Irbil, wilayah otonomi Kurdistan.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu