Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, November 22, 2014

sukabumiNewsnet

Musda HKTI Jabar Molor Dari Jadwal

GARUT - Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke -VIII Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat dengan agenda utama pemilihan ketua HKTI Jawa Barat berlangsung terlambat dari jadwal yang sudah diagendakan.

Sesuai jadwal, Musda yang dihelat di Gedung. Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Jumat (21/11/2014) itu dimulai pukul 14.00 WIB. Akan tetapi, acara baru dimulai pukul 16.00 WIB, karena menunggu rombongan Sekretaris Jenderal HKTI Fadli Zon.

Sejumlah perserta yang merupakan para pengurus HKTI di 24 kabupaten/kota di Jawa Barat yang tampak bosan menunggu justru asyik menagamati berbagai produk batu akik yang dipajang para pedagang di sekitar area Musda.

Agenda utama Musda tahun ini yaitu pemilihan ketua HKTI Jawa Barat periode 2014-2019 serta menetapkan agenda kerja selama 5 tahun mendatang.

Selain itu, ada pula laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya. Musda berlangsung selama 2 hari hingga Sabtu (22/11/2014) ini tetapi panitia pelaksana berusaha untuk merampungkannya dalam sehari.

Tahun ini, Ketua HKTI Jawa Barat Rudy Gunawan kembali diajukan untuk menduduki jabatan tersebut. Rudy yang juga selaku Bupati Garut itu telah memimpin HKTI Jawa Barat selama dua periode sejak 2004 silam.

Pada Musda yang berlangsung tahun 2009 di Indramayu, dia kembali terpilih untuk kali kedua secara aklamasi. Tidak ada pembatasan periode bagi ketua yang menjabat sehingga Rudy bisa dicalonkan kembali jika mendapat dukungan dari anggota.

Terkait terpecahnya kepengurusan HKTI di tingkat pusat antara Ketua Umum Oesman Sapta Odang dan Prabowo Subiyanto, Rudy menyatakan tidak pernah ada keretakan apapun di Jawa Barat. Hal itu menurutnya dipengruhi oleh netralitas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan terhadap keberadaan HKTI.

Disinggung mengenai sejumlah masalah pertanian di Jawa Barat yang menurut HKTI harus mendapat perhatian serius di antaranya adalah berkurangnya area pertanian karena alih fungsi lahan, kekeringan, kelangkaan pupuk, serta kurangnya pemahaman petani terhadap mutu komoditas pertanian.

Menurut Rudy, selama lima tahun ke belakang lembaga yang dipimpinnya terus mendorong pemerintah untuk merealisaikan berbagai kebijakan demi kesejahteraan petani. "Kami juga terus mendorong pembangunan sistem pengairan secara besar," katanya, seprti dikutip sukabumiNews dari PRLM, Jumat (21/11/2014)

Sementara itu, Fadli Zon berharap pemerintah pusat tetap tidak melupakan sektor pertanian kendati saat ini ada kecenderungan orientasi terhadap optimalisasi sektor maritim.

"Kedaulatan pangan tidak dapat terlaksana tanpa adanya perhatian terhadap para petani. Pemerintah harus memproteksi kepentingan petani serta meningkatkan mutu produksi. Salah satunya adalah dengan memperkuat undang undang yang berpihak pada petani. Selain itu, fungsi kelembagaan petani juga perlu dimaksimalkan dengan mengedepankan pengelolaan yang berbasis koperasi," tutur Fadli. Red**
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu