Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, November 12, 2014

Malik Sukabumi

Inilah Empat Jenderal Calon Kapolri

JAKARTA - Kepala Divisi Humas Humas Polri Irjen Ronny F. Sompie mengaku belum mengetahui kabar Komisaris Jenderal (Komjen) Dwi Priyatno akan menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman yang memasuki pensiun pada 2015.

"Saya belum dapat informasinya," ujar Ronny seperti diberitakan inilahcom, Selasa (11/11/2014).

Berita pengganti Kapolri Jenderal Sutarman saat ini ramai di media massa. Memasuki masa pensiun Jenderal Sutarman pada 2015 mendatang, sejumlah nama jenderal bintang tiga di kepolisian telah muncul di permukaan.

Seperti halnya Komjen Budi Gunawan, Komjen Suhardi Alius, Komjen Putut Eko Bayu Seno dan Komjen Dwi Priyatno. Sejumlah media massa menyebutkan salah satu dari empat figur tersebut segera menggantikan Sutarman.

Namun menurut sumber media tersebut, jenderal bintang tiga yang telah ditunjuk sebagai Kapolri menggantikan Sutarman itu yakni Komjen Dwi Priyatno.

Diketahui, pada 2013, Dwi menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah kemudian Kapolda Metro Jaya pada 2014. Jabatan Kapolda Metro Jaya tersebut hanya diemban Dwi selama lima bulan yakni pada 7 Maret-1 September 2014.


Sebab selanjutnya, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1982 ini harus menjabat Irwasum Polri hingga saat ini menggantikan Komjen Anton Bachrul Alam yang telah memasuki masa pensiun pada 1 September 2014.

Dwi merupakan Kapolda Metro Jaya tersingkat kedua yang pernah menjabat. Kapolda Metro Jaya tersingkat pertama yakni Irjen Timur Pradopo yang menjabat selama 3,5 bulan pada 8 Juni-7 Oktober 2010 lalu.

Hingga saat ini masih belum ada keterangan resmi dari Polri mengenai penunjukkan Dwi Priyatno sebagai Kapolri. Sementara Kadiv Humas Polri, Irjen Ronny F. Sompie mengaku masih belum mengetahui kabar tersebut. [Red*/inilahcom/smiNews]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu