Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, August 13, 2014

sukabumiNewsnet

HIV/AIDS di Sukabumi Bertambah 58 Kasus

SUKABUMInews - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Sukabumi, Jawa Barat mencatat selama 2014 ini kasus HIV/AIDS bertambah sebanyak 58 kasus. Mayoritas penderitanya adalah wanita.

"Setiap tahunnya kasus HIV/AIDS yang ditemukan atau terungkap selalu bertambah, bahkan hingga Juli sudah ada 58 kasus baru yang ditemukan dan dipastikan akan terus bertambah jumlahnya," kata Seketaris KPA Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya, Senin (11/8/2014).

Menurut Fifi, pada 2013 lalu jumlah kasus penyebaran HIV/AIDS mencapai 135 kasus yang mayoritas penularannya dari hubungan seksual. Bahkan, sejak 2002 jumlah kasus penularan penyakit yang belum ada obatnya ini mencapai 784 kasus warga yang terjangkit, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Lebih lanjut, ada perubahan paradigma penularan penyakit ini. Jika beberapa tahun lalu penularannya melalui jarum suntik pada pecandu narkoba suntik, tetapi dua sampai tiga tahun ini penularannya melalui hubungan seksual. 

Bahkan, pihaknya juga baru menemukan kasus baru HIV/AIDS ternyata penularannya dari istri ke suaminya melalui hubungan seks.

"Dari 58 kasus baru ini beberapa di antaranya adalah ibu yang tengah hamil dan suami yang mengidap penyakit ini yang disebabkan ditularkan dari istrinya," tambahnya.

Fifi mengatakan, ada empat ibu hamil yang positif tertular virus yang menggerogoti daya tahan si penderitanya. Kasus ini ditemukan dari hasil pemeriksaan petugas di lapangan seperti melalui Voluntary Counseling Test (VCT), sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 23 Tahun 2013.

Tidak hanya istri yang menularkan ke suami, tetapi di duga ibu hamil yang tertular HIV ini disebabkan hubungan seks dengan suaminya yang lebih dahulu positif HIV. Bahkan ironisnya HIV/AIDS juga sudah merambah ke tingkat pelajar.

"Dengan tingginya angka penularan penyakit ini, kami terus bekerja ekstra, apalagi saat ini sudah banyak merambah ke kalangan pelajar. Antisipasi yang kami lakukan salah satunya penguatan warga peduli AIDS (WPA)," jelasnya. (ant//trk)
[okezone]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu