Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, July 14, 2014

sukabumiNewsnet

Prabowo-Hatta raih 69 persen suara di Sukabumi

Rapat pleno rekap penghitungan suara resmi KPU wilayah Sukabumi masih berjalan. Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meraih 69 persen suara di Kota Sukabumi.

"Dari hasil rapat pleno tingkat kelurahan, pasangan nomor urut satu mendominasi raihan total suara di seluruh kelurahan, dengan suara yang diraup tersebut mencapai 69 suara dari suara sah yang masuk," kata Ketua Divisi Teknis KPU Kota Sukabumi, Agung Dugaswara seperti dikutip Antara, Minggu (13/7).

Menurut Agung, hasil perhitungan tingkat kelurahan tersebut masih dinamis suatu saat bisa saja berubah, karena saat ini pihaknya masih melakukan rapat pleno rekap perhitungan suara di tingkat kecamatan. Namun, biasanya hasil rekap perhitungan suara baik di tingkat kelurahan, kecamatan maupun kota tidak akan jauh berbeda hasilnya.

Tetapi, pihaknya mengimbau kepada tim sukses pasangan calon nomor urut 1 di Kota Sukabumi tidak melakukan euforia yang berlebihan, karena ini baru hasil sementara dan tetap keputusan siapa pemenang pilpres 2014 ini ada di tangan KPU RI yang akan diumumkan setelah rapat pleno pada 22 Juli mendatang.

"Untuk rapat pleno tingkat Kota Sukabumi rencananya akan dilaksanakan pada 19 Juli dan kami menargetkan selesai hanya dengan waktu setengah hari. Namun, yang terpenting siapapun pemenangnya nanti kepala negara yang akan memimpin bangsa ini membawa Indonesia ke arah yang lebih baik," tambahnya.

Di sisi lain, pihaknya saat ini masih merekap jumlah suara sah dan tidak sah, daftar pemilih khusus, daftar pemilih tambahan, daftar pemilih khusus tambahan. Namun dari rekan sementara angka partisipasi masyarakat pada pilpres ini berada di 71 persen dan diakuinya dibandingkan pada pemilihan legislatif lalu partipasi masyarakat menurun.

"Di pileg lalu angka partisipasi masyarakat mencapai 82 persen, namun pada pilpres ini menurun dan kami belum bisa mengetahui kenapa angkanya menjadi turun," tambahnya. **
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu