Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, July 19, 2014

sukabumiNewsnet

Prabowo-Hatta Kalahkan Jokowi-JK di Sukabumi

SUKABUMI - Perhitungan akhir suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 di Kota dan Kabupaten Sukabumi resmi dilaksanakan, Kamis (16/7).

Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulasi suara Pilpres 2014. Di Kota dan Kabupaten Sukabumi, pasangan koalisi Merah-Putih ini menjadi jawara hampir di semua kecamatan di Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Di Kabupaten Sukabumi, perhitungan akhir rapat pleno rekapitulasi suara dilakukan di Hotel Inna Samudera Beach Hotel (SBH) Palabuhanratu.

Prabowo-Hatta jadi jawara di 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Dalam pelaksanaannya, masing-masing ketua PPK se-Kabupaten Sukabumi secara bergiliran membacakan hasil perhitungan suara dimasing-masing kecamatan. Secara totalitas, pasangan nomor urut satu menang telak dari nomor urut dua.

Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Dede Haryadi mengatakan, setelah dilakukan rekapitulasi suara secara keseluruhan, maka pasangan nomor urut satu di Kabupaten Sukabumi menang telak dari nomor urut dua. Raihan suara pasangan Capres Prabowo-Hatta itu mencapai 67,86 persen.

"Pasangan nomor urut satu, Prabowo-Hatta menang telak dari nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Nomor satu meraih suara mencapai 67,86 persen atau 829.802 suara," ujar Dede kepada Radar Sukabumi.
Perolehan suara pasangan nomor urut dua lanjut Dede, raihan suaranya sangat jauh berbeda dengan nomor urut satu. Raihan suaranya mencapai 32,14 persen atau 392.927 suara."Kalau Capres nomor urut dua, suara yang berhasil diraihnya mencapai 392.927 suara atau sekitar 32,927 persen," akunya.

Dede mengaku, pelaksanaan pilpres ditahun ini berjalan dengan aman dan tertib. Dengan pengamanan dan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI. "Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan aman tanpa adanya dugaan kecurangan," tandasnya.

Sedangkan di Kota Sukabumi, rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2014.  Prabowo-Hatta memperoleh suara 120.118. Sementara pasangan capres-cawapres nomor urut dua mendapat suara 53.070. Hasil itu merupakan sumbangan hak pilih dari 222.939 pemilih yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hanya 176.727 masyarakat yang menggunakan hak pilihnya. Alhasil, target partisipasi pemilih sebesar 82 persen pun tak tercapai.

Usai memimpin rapat pleno Ketua KPU Kota Sukabumi, Hamzah  mengatakan, persentase partisipasi pemilih dalam dalam pilpres kemarin hanya mencapai angka 70 persen. Meski begitu, angka partisipasi ini dinilai meningkat jika dibandingkan dengan pilpres tahun 2009 lalu. "Ada peningkatan sekitar 4 persen dari Pilpres 2009," ujar Hamzah.

Sementara Komisioner Divisi Sosialisasi KPU Kota Sukabumi, Harlan Awaludin Kahar membenarkan tidak tercapainya target 82 persen partisipasi pemilih. Namun menurutnya hal tersebut tidak terlalu bermasalah, apalagi jika dibandingkan pada Pileg lalu jumlah DPT pada pilpres lebih banyak.

"Di Pileg lalu, jumlah DPT di Kota Sukabumi jumlahnya 222.089. Sedangkan, pada Pilpres 2014 ini jumlah DPT naik menjadi 222.939. Tentu saja kenaikan ini berpengaruh terhadap persentase," kata Harlan.
Selain itu, pengawasan KPU pada hari pencoblosan 9 Juli lalu menemukan keterlambatan kedatangan para pemilih ke TPS. Hal tersebut terjadi di banyak TPS di Kota Sukabumi, diduga diakibatkan hari pencoblosan yang berbarengan dengan jadwal piala dunia.

"Kalau satu TPS 5 orang saja yang telat, dikalikan 527 sudah 2.600 lebih. Tentu ini sangat berpengaruh terhadap partisipasi, ini mengingat batas waktu pencoblosan dibatasi hanya sampai Pukul 13:00 WIB," tuturnya.

Sementara itu, pleno di KPU Kota Sukabumi berjalan kondusif. Rapat pleno dimulai pukul 09.00 WIB hingga 11.40 WIB dihadiri jajaran Muspida Kota Sukabumi dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian. [jpnn/smin]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu