Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, July 5, 2014

sukabumiNewsnet

Jubir Jokowi-JK: Elektabilitas Prabowo Rendah, Jokowi Disebut Komunis

Jakarta -  Juru Bicara Tim Pemenangan Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengecam Tv One, dalam penayangan berita yang tendensius dan cenderung menghalalkan segala cara demi kepentingan politik pemiliknya.

"Hal yang paling sensitif telah dilakukan oleh Tv One yang dikenal sebagai mesin die-hard pencitraan Prabowo.  Demi ambisinya, hanya karena tingginya elektabilitas Jokowi, maka dibuatlan seting berita dengan isu Jokowi komunis. Bangsa Indonesia pun kembali terkoyak dalam perpecahan," kata Hasto seperti diberitakan Metrotvnews.com, Kamis (3/7/2014).

Hasto mengungkapkan, komunisme merupakan ideologi yang telah mati, bahkan di Eropa Timur mengalami kebangkrutan. Di Tiongkok sekalipun sudah lama ditinggalkan. "Lalu kenapa 'Sang Raja Tega' dengan keji menggiring kisah penceritaan seolah Jokowi komunis?" ketusnya, "marilah kita bangun demokrasi yang berkeadaban, tanpa kampanye hitam," tambahnya.

Atas apa yang terjadi, terkait fitnah yang terus dialamatkan ke PDIP dan Jokowi, Hasto mengajak seluruh kader PDIP diserukan untuk tetap tenang. Hukum harus ditegakkan, dan pihaknya akan menempuh sesuai mekanisme dan aturan yakni  menggunakan hak jawab.

"Kita adukan ke Dewan Pers, kita hadapi dengan dingin, meskipun tuduhan itu menyakitkan. Kami tegaskan agar KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) bersikap tegas atas pelanggaran yang sangat fundamental dalam penyiaran yang dilakukan Tv One," tegasnya.

Kepada semua kader militan PDIP, Hasto juga berpesan untuk menjaga nama baik partai, harkat dan harga dirinya, selalu menempuh jalan damai.

"Waspadai perusak bangsa. Percayalah, rakyat mencatat bahwa berbagai serangan keji yang ditujukan ke Jokowi, tidak akan menggoyahkan mereka pada pilihan hati nurani," pungkasnya.
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu