Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, June 25, 2014

budi acakatam

Pagar Makan Tanaman 1.

 
Oleh: Budi Kecil.
Diantara para petualang seks,  ternyata banyak juga yang tertarik untuk melakukan kontak seksual dengan anggota keluarga sendiri. Kalau antara suami dan isteri sih tentu tak jadi masalah. Malah, dalam perspektif apapun tentu saja masuk dalam katagori sehat.

Masalahnya, ternyata banyak juga yang tertarik melakukan kontak seksual dengan anak angkat, misalnya. Ini adalah sebuah contoh betapa petualangan seks jenis satu akan mendorong untuk melakukan petualangan seks jenis lainnya.

Dalam sudut pandang etika dan moralitas seks, hubungan sendiarah tentu merupakan penyimpangan.  Ini adalah penyakit psikologis yang membuat banyak oeang sehat terperangah. Misalnya saja, banyak orang tak mampu memahami kenapa ada orang yang tertarik melakukan kontak seksual dengan anak sendiri.

Boleh jadi ia memiliki ketidakpercayaan diri yang begitu kuat. Sementara, dorongan untuk melakukan petualangan seks telah menjadi obsesi yang menyita semua pikiran dan hayalannya.

Bisa juga dorongan untuk melakukan incest atau seks sedarah dipandang sebagai petualangan seru yang memicu adneralin. Ia sadar, ini adalah seks yang tidak sehat, namun menaklukan ancaman yang begitu bahaya tentu memicu adrenalin. Melewati petualangan yang memicu adrenalin lantas keluar dengan selamat adalah membanggakan. Membanggakan bagi para petualang seks, tentu saja !.

Apapun dalihnya,  seks sedarah, seks dengan anak kecil atau apapun jelas merupakan penyakit. Ibarat pagar makan tanaman, mereka yang seharusnya  terlindungi justeru jadi ternoda.

Anehnya, ada saja kelompok yang menerima hal ini sebagai sesuatu yang wajar. Dalam kelompok ini, mereka boleh berkontak seksual dengan anak, cucu, tetangga, anak tiri  atau siapapun. Ingin tahu kelompok yang melagalkan perilaku seks macam ini ?. Jawabannya adalah kelompok ayam atau kambing ! he he he.

Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu