Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, June 12, 2014

sukabumiNewsnet

Joko Widodo: Cara Fitnah Sudah Tidak Mempan

"Tapi perlu saya klarifikasi untuk hindari dampak yang tidak baik."


Joko Widodo menyatakan tak terpengaruh dengan berbagai isu yang menyerangnya, termasuk berita-berita negatif soal dia dan PDIP yang disebarkan oleh tabloid Obor Rakyat.



“Fitnah-fitnah seperti itu sudah lama dan sudah tidak mempan,” kata Joko Widodo di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis 12 Juli 2014.



Diberitakan sebelumnya, dalam tabloid Obor Rakyat edisi terbaru yang dikirim misterius ke Pondok Pesantren Ulumul Quran, Bekasi, terdapat berbagai artikel yang menyudutkan Joko Widodo dan PDIP, misalnya tulisan berjudul ‘PDIP Partai Salib’ dan tulisan yang menyebut Joko Widodo sebagai keturunan Tionghoa.



“Saya tidak khawatir dengan adanya tabloid itu. Tapi fitnah itu perlu saya jawab karena memang itu hanya fitnah,” kata Joko Widodo. Bila tidak melakukan klarifikasi, mantan Wali Kota Solo itu khawatir fitnah-fitnah itu akan berdampak tidak baik.



Sebelumnya, pimpinan Ponpes Ulumul Quran sekaligus Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi, Munir Abas, menyebutkan amplop berisi tabloid itu pertama kali diterima oleh petugas tata usaha. Namun berbeda dengan jasa pengiriman paket resmi, di amplop tidak tercantum nama perusahaan jasa pengirim paket. Tak tercantum pula nama pengirim.



Ini kali kedua Ponpes Ulumul Quran mendapat kiriman tabloid tersebut. Dua pekan lalu, pesantren itu juga menerima kiriman tabloid serupa edisi awal sebanyak 15 eksemplar. Edisi awal itu berjudul 'Capres Boneka' dengan gambar Joko Widodo mencium tangan Megawati.



Munir menduga pihak yang mengirim tabloid itu memiliki database seluruh pesantren di Indonesia, namun data yang dimiliki adalah data lama. Menurutnya, isi tabloid tersebut sangat mengadu domba, menyebar fitnah, dan kebencian.


“Padahal tidak ada yang salah dengan orang Tionghoa. Salah satu Walisongo –penyebar Islam di Jawa– juga ada orang China. Sebelum ke Indonesia, Islam datang ke China dulu. Menurut saya tidak masalah keturunan apapun, yang penting dia orang Indonesia. Kedua capres kita sama-sama baik dan tidak pantas difitnah,” ujar Munir. [VIVA.co.id]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu