Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, June 1, 2014

sukabumiNewsnet

Demokrat Perlu Tiru Sikap Dahlan Iskan

JAKARTA  -  Anggota tim pemenangan pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla dari Partai NasDem, Akbar Faisal mengatakan, dukungan Dahlan Iskan terhadap Jokowi-JK merupakan sikap seorang negarawan, lantaran Dahlan adalah pemenangan konvensi capres Partai Demokrat.

"Setelah tidak dicalonkan sebagai capres Demokrat, meskipun peluang tersebut terbuka jika saja Demokrat berhasil menggalang koalisi ketiga, Dahlan Iskan 'legowo' menerima realitas politik yang dihadapinya dan menyerahkan kepercayaan politiknya kepada pasangan Jokowi-JK," kata Akbar, seperti dikutip ROL di Jakarta, Sabtu (31/5).

Akbar pun memberikan apresiasi kepada Dahlan lantaran Dahlan tidak pula mencoba memperdagangkan "posisi"-nya sebagai pemenang konvensi dengan meminta jabatan menteri kelak. "Dahlan levelnya bukan lagi menteri karena yang dimenangkan adalah posisi presiden," ucapnya.

Pada sisi lain, lanjut Akbar, seharusnya Partai Demokrat mengikuti pilihan politik Dahlan Iskan mendukung Jokowi-JK sebagai bentuk penghormatan dan etika politik kepada Dahlan Iskan sebagai pemenang konvensi, sebuah proses resmi partai dan harus diakui sebagai terobosan baru dalam penjaringan capres sebuah parpol.

"Dalam bahasa politik, PD telah menyerahkan kepercayaan kepada Dahlan Iskan untuk membawa PD ke depan," ujar mantan anggota DPR ini.

Jika langkah tersebut dilakukan Demokrat/SBY, menurut Akbar, maka Dahlan Iskan tidak perlu merasa dimanfaatkan Demokrat untuk menaikkan "rating" pada pileg lalu, sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Demokrat yang bersimpati kepada Dahlan Iskan.

"Satu hal yang pasti dukungan resmi Dahlan Iskan ke Jokowi akan semakin menguatkan posisi Jokowi-JK meraih kemenangan pada Pilpres 9 Juli mendatang," tuturnya. [SUKABUMInews/ROL]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu