Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, June 30, 2014

sukabumiNewsnet

Banyak Penarikan Uang Saat Ramadan, BPR Harus Siap

SURAKARTA [SUKABUMInews] - Otoritas Jasa Keuangan Solo memperkirakan bakal terjadi penarikan uang dalam jumlah signifikan saat bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri. Karena itu, Kepala OJK Solo Mulyadi menilai kalangan perbankan, khususnya bank perkreditan rakyat (BPR), harus bersiap menambah likuiditasnya.

“Jangan sampai saat masyarakat ingin menarik uangnya ternyata uang di BPR tidak mencukupi,” kata Mulyadi kepada wartawan, Ahad (15/6/2014). Lonjakan penarikan uang dari bank tersebut lazim dilakukan seiring dengan peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Lebaran. “Ada yang hendak membuka bisnis musiman, mereka butuh uang untuk modal.”

Selain itu, kata Mulyadi, ada pelaku bisnis lain yang butuh tambahan modal untuk menambah kapasitas produksi karena permintaan konsumen meningkat. Nah, setelah periode penarikan uang, biasanya pasca-Lebaran akan ada peningkatan penyimpanan uang di perbankan. “Siklus ini terjadi tiap tahun,” ucapnya.

Khusus BPR, menurut dia, seharusnya tidak kesulitan menyediakan uang tunai menjelang Lebaran. Sebab, ada pertumbuhan dana masyarakat sebesar 17 persen pada 2014. “Saya rasa dengan pertumbuhan penyerapan dana masyarakat hingga 17 persen, BPR punya cukup dana untuk melayani kebutuhan uang tunai masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, biasanya BPR akan mengerem kreditnya agar ada cukup dana di bank tersebut. Seusai Lebaran, menurut Mulyadi, penyaluran kredit bank dapat kembali digenjot.

Sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Joko Suyanto yakin penyaluran kredit dari BPR bisa tumbuh 18-20 persen. Angka ini melampaui pencapaian tahun lalu, yakni kredit tumbuh 18,78 persen menjadi Rp 59,1 triliun dan aset naik 15 persen menjadi Rp 77,3 triliun.

Optimisme pertumbuhan kredit ini tak lepas dari kondisi ekonomi makro yang baik seperti pertumbuhan ekonomi dan terjaganya inflasi yang mendorong kebutuhan modal kecil dari industri tetap tumbuh. “Pemilu tak terlalu berpengaruh karena bisnis tetap harus jalan,” ujar Joko ketika dihubungi beberapa waktu lalu. [Red.be/TEMPO.CO]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu