Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, May 19, 2014

sukabumiNewsnet

Posisi Dirut bjb Kosong – Tak Layak Uji Kelayakan dan Kepatutan OJK

[Reporter: Bait Elyas]

BANDUNG, SUKABUMInews – Menyusul tidak lolosnya beberapa pengurus dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank bjb akan melakukan perubahan jajaran manajemen yang akan ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham – Luar Biasa (RUPS-LB). Adapun beberapa perubahan pengurus tersebut, yaitu akan adanya perubahan susunan jajaran Direksi, Vice President dan Branch Manager bank bjb.

Direktur Utama bank bjb Bien Subiantoro menjelaskan, perubahan struktur pengurus tersebut terkait dengan hasil uji kelayakan dan kepatutan yang telah dilakukan OJK. Pihaknya telah menerima surat keputusan tentang hasil fit & proper test dari OJK pada Jumat (9/5/2014).

“Dengan keputusan OJK Jumat kemarin, saat ini bank bjb tidak memiliki Direktur Utama, Direktur Konsumer dan Direktur Operasi. Sejak Jumat lalu saya juga sudah bukan Direktur Utama bank bjb lagi,” kata Bien dalam jumpa pers di Jalan Sumatera, Senin (12/5/2014).

Dikatakan Bien, saat ini bank bjb tengah mengajukan beberapa calon anggota Direksi kepada OJK. Untuk mengisi kekosongan itu, sudah ada empat nama yang diajukan.

‘Tentunya sebagai profesional, esensinya (jabatan direksi) harus mendapat persetujuan dari pemegang saham dan OJK,” katanya.

Kekosongan jabatan direksi sendiri, kata Bien, diharapkan tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kinerja bank bjb untuk beberapa waktu ke depan. Pasalnya, menurut Undang-Undang, Komisaris diperkenankan untuk menjalankan tugas sebagai pengurus.

“Komisaris bisa menjalankan tugas sebagai pengurus. Meski begitu, saya tidak dalam posisi untuk menilai,” ujarnya.

Disinggung mengenai apakah keputusan OJK tersebut berkaitan dengan beberapa kasus yang mendera bank bjb, Bien menepisnya. Ia yakin keputusan-keputusan yang diambilnya tidak menimbulkan kerugian terhadap bank bjb.

“Sampai saat ini, tidak ada kerugian apapun dari keputusan-keputusan yang saya buat untuk bjb,” katanya.

Di bawah kepemimpinan manajemen periode 2011–2013, bank bjb menunjukkan kinerja yang cukup membanggakan. Total aset bank bjb hingga April 2014 mencapai Rp 81,8 triliun, naik cukup signifikan sebesar 88 persen bila dibandingkan dengan jumlah aset yang dicapai perseroan di akhir tahun 2010 sebesar Rp 43,4 triliun.

Peningkatan total aset ini juga diimbangi dengan kenaikan laba bersih bank bjb yang terus mengalami pertumbuhan sejak tahun 2010 sehingga bisa mencatatkan Rp 1,37 triliun pada akhir Desember 2013 lalu, atau meningkat 54,3 persen dibandingkan total laba per Desember 2012. [Red.****/Tribun Jabar]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu