Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, May 13, 2014

sukabumiNewsnet

Perkembangan Kasus Nikita Mirzani di Bandung Dipertanyakan Kuasa Hukum Korban

SUKABUMInews, BANDUNG – Perkembangan kasus perkelahian yang melibatkan artis sensasional Nikita Mirzani, Juli 2013 lalu, di Kafe Golden Monkey, Bandung, hingga saat ini masih belum tuntas. Padahal penyidikan sudah berlangsung hampir satu tahun dan Nikita pun sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kuasa Hukum dari korban Yun Tjun, Andreas D. Sukmana, SH, MM pun mempertanyakan lambannya Penyidik Polrestabes Bandung dalam menyelesaikan kasus yang ada. Padahal dalam kasus lain seperti penculikan bayi, penyidik bergerak dengan cepat.

“Kami menilai perkembangan kasus ini sangat lamban. Padahal seharusnya Penyidik tidak membeda-bedakan kasus, apalagi kasus yang sudah lama seperti Nikita Mirzani, yang hampir setahun berjalan,” ujar Andreas, seperti dilansir galamedia.com, Senin (12/5/2014).

Andreas menjelaskan, perjalanan kasus itu sebenarnya sudah sampai pada tahap pelimpahan ke Jaksa. Akan tetapi Jaksa kemudian mengembalikan lagi berkas karena menilai masih ada kekurangan yang harus dilengkapi Penyidik.
“Ada tiga poin yang harus dilengkapi Penyidik Kepolisian, yaitu mengenai belum dilakukannya rekonstruksi, belum adanya pemeriksaan saksi tambahan serta belum dilakukannya sita barang bukti mengenai putusan Nikita Mirzani yang divonis percobaan dalam kasus yang sama di Pengadilan Jakarta Selatan,” tambah Andreas.
Berkas yang harus dilengkapi (P19) itu sudah diberitahukan oleh Jaksa sejak dua bulan lalu. Namun sampai saat ini, Penyidik masih juga belum melengkapinya. Padahal sesuai ketentuan, seharusnya Penyidik melengkapi berkas itu selama 14 hari. “Ini sudah dua bulan tapi kenapa belum beres-beres? Kami jadi bertanya, ada apa ini?” tanya Andreas.

Atas kondisi itulah, Andreas menilai Penyidik sangat lamban. Ia pun mempertanyakan kapan berkas akan lengkap atau P21. “Kalau begini terus, kami meminta agar kasus ini ditarik saja penanganannya oleh Polda Jabar,” tegasnya.

Kuasa Hukum lainnya Sastrianta Sembiring, SH juga mengeluhkan kondisi yang terjadi. Disisi lain ia menilai Nikita bisa langsung dipenjara jika ada putusan percobaan di PN Jakarta Selatan dalam kasus yang sama.
“Nikita Mirzani itu kan melakukan pengeroyokan pada bulan Juli 2013, di Kafe Golden Monkey terhadap klien kami. Nah jika ada putusan percobaan dalam kasus yang sama, maka dia (Nikita Mirzani) bisa langsung masuk penjara karena melakukan tindakan pidana yang sama,” kata Sembiring melalui pesan singkat BlackBerry ketika dihubungi SUKABUMInews, Senin (12/5/2014) malam.

Dari informasi yang dihimpun SUKABUMInews, Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan Kasasi artis sensasional Nikita Mirzani terkait perkara penganiayaan Olivia, awal September 2012, di Papilion Rooftop Kemang Cafe , Jakarta Selatan. Dengan demikian, dia harus menjalani pidana penjara lima bulan dikurangi masa tahanan.

Putusan Kasasi MA ini diputus, Rabu (16/4/2014) dan tertuang dalam laman MA, Kamis (17/4/2014) Perkara Nomor: 24/K/PID/2014 itu diadili oleh Ketua Majelis Hakim Dr. Artidjo Alkostar. Adapun Anggota Majelis Hakim Agung Dr. Dudu Duswara dan Sri Murwahyuni.

Dengan penolakan Putusan Kasasi ini, maka MA memperberat Putusan Banding Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, yang mempidana Nikita Mirzani selama lima bulan penjara. Namun karena dia sudah sempat dipenjara selama 57 hari, maka Nikita harus menjalani sisa pidana selama 93 hari lagi di Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur. [Red.be/galamedia.com/poskotanews.com]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu