Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, May 19, 2014

sukabumiNewsnet

OJK Terus Memantau Kasus Pembobolan ATM

JAKARTA, SUKABUMInews - Terkait kasus pembobolan kartu ATM PT Bank Mandiri Tbk. beberapa waktu lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku terus memantau dan memonitor penyelesaian kasus ini. Selain itu, OJK juga memantau kerugian yang ditimbulkan akibat kasus ini.

"Terkait skimming kartu kredit dari beberapa bank itu kan Bank Mandiri kemarin jelas, kerugian finansial kita perhatikan. Bank Mandiri itu dengan sangat cepat melakukan upaya profiling transaksi, memblokir dan mengganti kartu dan penggantian dana nasabah," kata Deputi Komisioner Manajemen Strategis I OJK Lucky Fathul Hadibrata di Jakarta, Jumat (16/5/2014).

Lucky meminta hal-hal seperti ini harus dijadikan perhatian bagi seluruh bank. Apabila hal serupa terjadi kembali di kemudian hari, bank harus melakukan upaya tindakan preventif dan antisipatif dengan cepat. Bank, kata dia, apabila mengalami kasus serupa harus segera melakukan profiling transaksi, memblokir kartu, mengganti kartu nasabah yang bermasalah, mengganti dana nasabah yang hilang, dan mengkomunikasikannya kepada nasabah dengan baik.

"Harus dikomunikasikan juga dengan nasabah, sehingga tidak ada yang dirugikan. Kalau nasabah masih merasa ragu, kita persilakan untuk menghubungi kita," ujar Lucky.

Terkait kasus pembobolan kartu ATM belakangan ini, Lucky mengaku pihaknya telah memantau dan memonitor seluruh langkah yang ditempuh bank. Spesifik mengenai kasus Bank Mandiri, Lucky mengaku masih memantau kelanjutan upaya penanganan yang dilakukan oleh bank pelat merah itu.

"Semua kita pantau sekarang, supervisory action lah. Kami harapkan bank meningkatkan sistem keamanannya. Hacker saat ini sudah semakin kuat dan meluas tidak hanya domestik tapi juga internasional," tegas Lucky. [Red.be/Kompas.com]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu