Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, May 5, 2014

Redaktur

Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos Kota Bandung

30 LSM Diduga Nikmati Dana Bansos 2012

Reporter: Bait Elyas

BANDUNG – Setelah penangkapan EM pada Rabu sore (30/4/2012), pentolan LSM di Kota Bandung yang diduga terlibat kasus korupsi dana hibah/bansos Kota Bandung tahun 2012, kini Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung tengah menyelidiki dan menyidik 29 LSM di Kota Bandung yang diduga menikmati juga dana hibah/bansos dari Pemkot Bandung pada tahun anggaran 2012.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Bandung Rinaldi Umar mengatakan, selain LSM yang dipimpin EM, ada 29 LSM lain yang juga diselidiki oleh Kejari Bandung dalam kasus korupsi dana hibah/bansos ini.  “Namun sejak sejak awal penyelidikan, 30 LSM yang diduga menikmati dana hibah dari Pemkot Bandung itu tidak kooperatif. Beberapa kali dipanggil pun tidak datang. Hingga ditingkatkan statusnya ke penyidikan mereka tetap tidak kooperatif”, kata Rinaldi seperti dilansir Harian Pagi Tribun Jabar (2/5/2014).

Menurut Rinaldi, setelah Kejari Bandung menangkap EM sebagai salah seorang ketua LSM sekaligus koordinator LSM-LSM lain di Kota Bandung yang menerima dana hibah dari Pemkot Bandung pada tahun anggaran 2012, pihaknya bisa mengungkap lebih luas lagi siapa saja yang menikmati dan terlibat dalam kasus ini. Peran EM sangat penting karena bersama seorang ketua LSM lainnya (telah meninggal dunia) mengoordinir 30 LSM di Kota Bandung untuk menggangsir dana hibah dan bansos Pemkot Bandung.

Rinaldi mengatakan, setelah dana hibah cair, 30 LSM itu lalu mengambil uang dari bank. Setelah uang berada ditangan LSM penerima, kemudian uang itu diambil oleh tersangka. “Satu LSM bisa mendapatkan Rp 150 juta hingga Rp 250 juta. Jadi diperkirakan uang hibah yang telah diraup tersangka mencapai Rp 3 miliar hingga 4,5 miliar”, tambah Rinaldi. 
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu