Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, May 19, 2014

sukabumiNewsnet

Bokong Besar Lebih Baik daripada Perut Buncit

Simpanan lemak di bokong mampu mengurangi kadar kolesterol "buruk", dan meningkatkan kadar kolesterol "baik".

SUKABUMInews - Kenapa Jennifer Lopez dan Kim Kardashian tak pernah minder dengan bokong besar mereka? Hm... mungkin karena mereka merasa lebih baik bokong mereka yang besar, dan bukan perut. Jika Anda memiliki bokong yang penuh, tirulah sikap mereka. Soalnya, para peneliti di Oxford University mendapati bahwa simpanan lemak di bokong mampu mengurangi kadar kolesterol "buruk" (LDL), dan meningkatkan kadar kolesterol "baik" (HDL) yang mampu melindungi Anda dari pengerasan arteri. Tentu, hal ini jauh lebih baik ketimbang menyimpan lemak di perut.

"Lemak itu muncul dalam bentuk baik dan buruk. Lemak gluteofemoral yang disimpan di sekitar bokong akan bertindak sebagai penyangga, membersihkan peradangan lemak yang bisa memberikan efek berbahaya di tempat lain," ujar Profesor Jimmy Bell, kepala metabolic and molecular imaging di Hammersmith Hospitals NHS Trust.

Bokong yang bulat dan penuh juga cenderung mengurangi risiko penyakit diabetes, demikian menurut hasil penelitian yang dimuat di International Journal of Obesity ini. Sebab lemak di area bokong akan memecah lebih lambat daripada bagian perut, sehingga memproduksi cytokine (senyawa kimia yang dikaitkan dengan diabetes, penyakit jantung, dan obesitas) peradangan lebih sedikit.

"Terlalu banyak membakar lemak dari bentuk lemak yang lebih sehat ini tidak baik untuk Anda," tambahnya.

Nah, yang perlu diberantas sebenarnya lemak perut, karena efeknya terhadap kesehatan lebih berbahaya. Selain nggak enak dilihat, lemak perut juga memicu risiko penyakit jantung dan stroke.

[Sumber: KOMPAS.com]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu