Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, May 29, 2014

Kang Malik As

Abu Hurairah Al-Amriki: mujahid Jabhah Nushrah dari Amerika dan pelaku serangan syahid di Jabal Arbain

IDLIB Situs-situs revolusi Suriah memang layak saat menyebut hari Ahad (25/5/2014) lalu sebagai harinya Jabhah Nushrah. Tercatat dalam satu hari tersebut Jabhah Nushrah melakukan sedikitnya tujuh serangan syahid di beberapa wilayah Suriah. Empat diantaranya di wilayah Jabal Arbain, kota Ariha, pinggiran Idlib.

Mujahidin Jabhah Nushrah dan Mujahidin Liwa’ Shuqur Asy-Syam, salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah, pada hari Ahad (25/4) bekerja sama menghantam markas-markas pasukan Nushairiyah di wilayah Jabal Arbain, kota Ariha, propinsi Idlib.

Koresponden stasiun TV Al-Jazeera melaporkan dari propinsi Idlib bahwa mujahidin Islam merebut tiga posko militer rezim Nushairiyah Suriah di wilayah Jabal Arbain, kota Ariha setelah mereka melakukan empat serangan syahid. Keempat serangan syahid tersebut dilakukan oleh Mujahidin Jabhah Nushrah terhadap posko-posko militer rezim Nushairiyah Suriah di kota Jabal Arbain, pinggiran Idlib pada Ahad.
Serangan syahid tersebut menghancurkan 9 bangunan yang dijadikan posko militer dan markas pertahanan pasukan Nushairiyah. Beberapa tank, panser, kendaraan militer dan persenjataan pasukan Nushairiyah hancur oleh serangan tersebut. Puluhan tentara Nushairiyah tewas dan mengalami cedera berat oleh ledakan puluhan ton bom dari keempat serangan syahid tersebut.

Akun resmi Jabhah Nushrah propinsi Idlib melaporkan bahwa mujahidin Jabhah Nushrah pada hari Ahad (25/5/2014) melakukan empat serangan syahid terhadap posko militer dan markas militer pasukan Nushairiyah Suriah di wilayah Jabal Arbain, propinsi Idlib. Tiga pelaku serangan adalah mujahid dari luar Suriah [Muhajir] dan seorang lainnya adalah mujahid lokal Suriah [Anshar].

Serangan syahid pertama dilakukan oleh al-akh Abu Hurairah Al-Muhajir dengan sebuah truk yang mengangkut 16 ton bom.

Serangan syahid kedua dilakukan oleh al-akh Dadullah Al-Muhajir dengan sebuah truk tanki yang mengangkut 7 ton bom.

Serangan syahid ketiga dilakukan oleh al-akh Abu Raisy Al-Anshari dengan sebuah truk yang mengangkut beberapa ton bom. Ia berhasil memarkir kendaraannya pada markas musuh dan kemudian meledakkannya dari kejauhan dengan remote control. Dengan izin dan karunia Allah semata ia berhasil kembali ke tengah mujahidin dengan selamat.

Serangan syahid keempat dilakukan oleh al-akh Abu Turab Al-Muhajir dengan sebuah tank BMP yang mengangkut 6 ton bom.

Empat serangan bom syahid ini telah mengguncangkan pertahanan pasukan Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah bayarannya di wilayah Jabal Arbain. Serangan gabungan ini juga membuktikan soliditas dan ukhuwah antara para mujahidin lokal [Anshar] dengan para mujahidin dari luar Suriah [Muhajirin]. Allahu akbar wal hamdulillah.

Keempat serangan syahid itu disusul oleh penyerbuan oleh mujahidin Jabhah Nushrah dan Liwa’ Shuqur Asy-Syam [salah satu unsur dalam Jabhah Islamiyah] terhadap markas-markas militer rezim. Akibatnya tiga posko militer rezim Nushairiyah di kota Jabal Arbain jatuh ke tangan mujahidin. Mujahidin masih terus melakukan serangan dalam upaya merebut sisa-sia posko militer rezim di kota tersebut.

Tidak banyak yang tahu tentang sosok para pelaku serangan syahid tersebut, sampai sumber-sumber Jabhah Nushrah sendiri memberikan sedkit “bocoran” kepada kaum muslimin. Adalah Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir hafizhahullah, salah seorang anggota Dewan Syariat Jabhah Nushrah, yang pertama kali memberikan sedikit informasi tentang identitas para pelaku serangan.

Melalui akun twitternya, Syaikh Abu Sulaiman Al-Muhajir hafizhahullah menyatakan bahwa Abu Hurairah Al-Muhajir adalah seorang mujahid Jabhah Nushrah yang berkewarga negaraan Amerika.
“Abu Hurairah Al-Amriki, melakukan sebuah operasi serangan syahid di, Jabal Arbain, Idlib, semoga Allah menerimanya,” bunyi tulisan Syaikh di akun resmi beliau.

Ini merupakan pertama kalinya serangan syahid di Suriah dilakukan oleh seorang mujahid muhajir dari Amerika. Sang mujahid muhajir tersebut melakukannya di bawah bendera Al-Qaeda Negeri Syam. Al-Qaeda benar-benar menyatukan semua unsur umat Islam dari seluruh dunia. Ini merupakan sebuah pesan tak langsung dari Al-Qaeda untuk penjajah salibis Amerika Serikat dan Israel. Wallahu a’lam bish-shawab.

[Sumber: arrahmah.com]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu