Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, March 23, 2014

sukabumiNewsnet

Duh, Penjara Bung Karno di Bandung Jadi Tempat Buang Kotoran



BANDUNG - Bekas Penjara Presiden Pertama Ir Soekarno, begitu bangunan yang ada di Jalan Banceuy, Kota Bandung, Jawa Barat, biasa disebut. Itu karena Sang Proklamator pernah dipenjara di sana beberapa puluh tahun lalu.
Bangunan bersejarah yang harusnya dirawat itu malah terbengkalai. Bahkan yang lebih miris, di sekitar area sering jadi tempat buang air besar maupun air kecil. Entah siapa yang melakukannya.

"Setiap pagi saya sering menemukan kotoran dan bau pesing di sekitar sini," ujar penjaga Penjara Soekarno, Achmad, saat ditemui di lokasi, Sabtu (22/3/2014).

Ia menduga, warga tak bertanggungjawab sengaja membuang kotoran atau kencing di lokasi saat malam hari. "Mungkin mereka melakukannya malam, pas lagi sepi dan tidak ada yang menjaga," ungkapnya.

Kondisi itu diperparah karena di lokasi kesulitan air. Sehingga kotoran ada di mana-mana dan menimbulkan bau tak sedap.

Tapi karena kecintaan dan rasa tanggungjawabnya, Achmad selalu berusaha membersihkan kotoran-kotoran yang ada di lokasi.

Soal adanya orang-orang yang membuang kotoran di lokasi, diduga karena mereka membobol pagar besi yang sudah rapuh. "Saya sampai harus membenahi pagar berkali-kali," kata Achmad.

Ia bahkan beberapa kali memasang kawat agar pagar tidak bisa dijebol. Sempat terlintas bosan karena pagar terus-menerus dijebol dan lagi-lagi ada yang membuang kotoran. "Tapi hanya rasa tanggung jawab yang akhirnya membuat saya tetap berhatan (menjaga situs ini)," ucapnya.

Sementara selain kotoran, sesekali juga ada bekas-bekas sesajen berserakan di lokasi. Itu karena sebagian masyarakat menganggap eks penjara itu sebagai bangunan keramat yang bisa memberi berkah. Achcmad biasanya membersihkan lokasi usai salat subuh.Okezone*
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu