Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, January 23, 2014

Malik Sukabumi

Urus Duit Suap, Chairun Nisa Minta Jatah ke Akil Mochtar

Politisi Golkar Chairun Nisa mengaku meminta jatah ke Akil Mochtar yang saat itu menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Nisa meminta imbalan atas upayanya mengurus suap dari Bupati terpilih Gunung Mas Kalteng, Hambit Bintih ke Akil Mochtar.

"Sambil becanda iya," kata Chairun Nisa memberi pengakuan saat menjadi saksi untuk Hambit Bintih dan pengusaha Cornelis Nalau Antun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Nisa membantah menyebut nominal saat mengirim pesan singkat meminta imbalan tersebut. Dia berkilah permintaan tersebut hanya candaan.

"Saya hanya becanda pak tidak megatakan dibagi 2 atau apa. Tapi memang apa SMS saya becanda karena di akhir SMS itu yang saya masih ingat, saya SMS hanya becanda pak," ujarnya.

Meski mengklaim permintaan jatah hanya candaan, Nisa mengaku permintaan Hambit untuk mengurus gugatan lawan tanding yang disidang di MK sebagai permohonan serius.

"Permintaan Pak Hambit tidak becanda," kata Nisa

Permintaan fee juga disampaikan Nisa saat berkomunikasi dengan Akil ketika menawar jumlah biaya yang harus disiapkan Hambit agar permintaannya dituruti Akil. "Saya becanda. Saya tidak mungkin meminta sesuatu, saya hanya membantu," imbuhnya.
[detik.com]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu