Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, January 14, 2014

sukabumiNewsnet

Kendati dianggap pertandingan pemanasan jelang ISL 2014, Laskar Wong Kito berambisi mempertahankan gelar turnamen pramusim ini.


Kendati hasil imbang tanpa gol sudah meloloskan Sriwijaya FC ke delapan besar Inter Island Cup (IIC) 2014 zona Sumatera, Laskar Wong Kito tetap membidik kemenangan saat menjamu Semen Padang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Selasa (14/1).

Manajer Sriwijaya FC Robert Heri mengatakan, pihaknya tak ingin lolos ke delapan besar IIC karena diuntungkan hasil imbang tanpa gol. Robert menekankan, skuat Sriwijaya FC harus bermain dengan target maksimal memenangkan pertandingan.

“Kita memang sudah pasti lolos dengan hasil imbang tanpa gol, tapi alangkah baiknya kalau kita menang. Jadi kita harus mencetak gol sebanyak mungkin untuk mengamankan langkah ke delapan besar,” kata Robert kepada Goal Indonesia.

“Di kandang Semen Padang kita mampu cetak gol, kenapa di kandang sendiri tidak bisa. Yang jelas di leg kedua ini kita tidak mau kebobolan oleh Semen Padang.”

Meski ajang ini disebut pemanasan sebelum kompetisi resmi Indonesia Super League (ISL) digulirkan, Sriwijaya FC menyandang status sebagai juara bertahan di turnamen pramusim antarpulau ini.

“Kita harus mempertahankan gelar ini, jadi kita harus lolos kedelapan besar,” tukas Robert.

Hal senada dilontarkan pelatih Subangkit. Arsitek asal Pasuruan ini mengatakan, untuk memenangkan pertandingan, jelas hal utama yang harus dihindari adalah kebobolan dari tim tamu. Karena itu, dia meminta anak asuhnya untuk bermain disiplin, dan diupayakan transisi bisa berjalan cepat.

“Yang pastinya, kita harus bisa mencetak gol banyak agar lebih memudahkan untuk lolos ke babak selanjutnya,” kata Subangkit. (gk-55)

[Goal.com]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu