Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, January 14, 2014

Malik Sukabumi

Kemenangan telak atas Pendekar Cisadane tidak membuat arsitek Maung Bandung merasa puas.

SUKABUMInews - Pelatih Persib Bandung Djajang Nurjaman mendedikasikan kemenangan telak 7-1 yang diraih Maung Bandung atas Persita Tangerang di laga perdana turnamen pramusim Inter Island Cup (IIC) 2014 untuk manajer tim Umuh Muchtar.

Djajang menyampaikan pernyataan ketika membuka sesi jumpa wartawan usai laga. Umuh sekarang tengah terbaring sakit, dan berharap bisa segera sembuh.

“Saya apresiasi perjuangan keras para pemain di lapangan. Kemenangan ini mudah-mudahan menjadi obat untuk kesembuhan pak Umuh," ujar Djajang.

Meski berhasil menang dengan skor besar, Djajang mengaku hasil itu belum memuaskan dirinya, dan banyak yang harus di evaluasi dari pertandingan tersebut.

“Saya menilai penampilan pemain belum sesuai dengan harapan. Masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki," kata Djanur, sapaan Djajang.

Di lain sisi, pelatih berusia berusia 49 tahun itu pun menilai performa anak asuhnya makin membaik. Menurutnya, kerja sama tim sudah mulai kompak dibandingkan beberapa waktu lalu.

"Kerja sama tim cukup mengalir, dan penyelesaian akhir pun sudah membaik. Saat babak pertama, Persita masih bisa melawan, tapi di babak kedua kelihatannya stamina mereka berkurang apalagi dengan sepuluh pemain," tambahnya.

Selain itu, Djanur pun memuji penampilan impresif yang diperlihatkan Atep dengan mencetak hat-trick dalam pertandingan itu. Djanur mengatakan Atep saat ini sudah mulai bangkit kembali.

“Dari latihan dan beberapa kali pertandingan, dia [Atep] sudah mulai bangkit. Saya sudah pernah sampaikan apa yang menjadi kekurangan, dan kelebihan dirinya. Itu sebagai masukan untuknya," ungkap pelatih yang sempat membesut Pelita Jaya Karawang itu. (gk-52)

[Goal.com]
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu