Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, January 29, 2014

Malik Sukabumi

Bupati Cianjur Dikerubuti Korban Bencana

Cianjur - Raut wajah Tjetjep Muchtar Soleh terlihat menahan kesedihan. Orang nomor satu di Kabupaten Cianjur itu berempati dengan berbagai kejadian bencana alam di sejumlah tempat bersamaan tingginya curah hujan beberapa pekan terakhir.

Meskipun baru beberapa hari tiba di Cianjur usai menunaikan ibadah umrah, tanpa lelah Tjetjep mulai mengunjungi satu per satu lokasi bencana alam pergerakan tanah. Sabtu (25/1/2014) lalu, Tjetjep berkesempatan mengunjungi lokasi pergerakan tanah di Kampung Puncak RT 06/01 Desa Ciloto Kecamatan Cipanas. Pun pada Rabu (29/1/2014), Tjetjep pun berkesempatan berkunjung ke tempat pengungsian korban longsor di Kampung Cipeundeuy RT 04/03 Desa Ciramagirang Kecamatan Cikalongkulon.

Di tempat itu sebanyak 68 unit rumah rusak berat akibat tertimbun longsoran tanah. Akibatnya 71 kepala keluarga (KK) yang dihuni hampir sebanyak 241 jiwa diungsikan ke ruangan-ruangan kelas di salah satu sekolah dasar. Dalam kesempatan itu Tjetjep secara simbolis memberikan bantuan bahan sembako dan obat-obatan.

"Bantuan bahan sembako dan obat-obatan ini manfaatkan dengan baik dan gunakan seperlunya sambil menunggu kami mengonsep untuk merelokasi. Ini merupakan bentuk tindakan tanggap darurat dari pihak pemerintah. Nanti ada agenda penanganan khusus pascabencana mengacu pada hasil tinjauan di lapangan yang riil," kata Tjetjep di lokasi pengungsian, Rabu (29/1/2014).

Tjetjep mengimbau kepada seluruh masyarakat Cianjur agar selalu waspada dan senantiasa meningkatkan pengetahuan tentang ciri-ciri gejala bencana alam saat kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini. Bencana ini semata-mata merupakan pengetahuan juga teguran, karena saat ini ini kebanyakan orang sudah tidak memperhatikan lagi rumah air.

"Rumah air di antaranya adalah pohon. Maka pohon tersebut harus ditanam dan dipelihara karena pepohonan dapat menahan agar tidak terjadi bencana tanah longsor," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 224 jiwa warga Kampung Cipeundeuy RT 04/03 Desa Ciramagirang Kecamatan Cikalongkulon Kabupaten Cianjur saat ini terpaksa menempati ruangan kelas di bangunan sekolah setempat pascaterjadinya bencana alam tanah longsor bersamaan hujan deras, Rabu (22/1/2014) malam. Bencana tanah longsor di wilayah itu selain merusak sekitar 70 rumah, juga bangunan masjid dan madrasah.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, bencana tanah longsor terjadi pekan lalu ketika hujan turun deras. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hanya saja sebanyak 64 kepala keluarga (KK) atau 224 jiwa yang tinggal 70 rumah terpaksa diungsikan.


[Inilah.com]
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...