Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, October 22, 2013

Malik Sukabumi

Ratusan Warga Sekitar Proyek Pabrik Semen di Sukabumi Mengamuk

SUKABUMInews - Ratusan warga Talagasari dan Panyaweuyan Desa Sirnaresmi Kecamatan Gunungguruh Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, amuk pembangunan pabrik semen. Emosi warga tidak terbendung sebab, ratusan rumah mereka terkena tanah dari peroyek yang terbawa arus air hujan pada Pukul 02:30 WIB Jum’at, (18/10). Bahkan, aksi warga semakin menjadi-jadi ketika salah seorang yang diduga pegawai proyek melakukan perlawanan.

Salah seorang warga Kampung Talagasari Hindun (53) mengatakan, secara tiba-tiba dari atas pembangunan proyek air bercampur tanah langsung menerjang rumah warga. “Saya kaget ketika hendak mandi melihat air bercampur tanah sekitar 30 cm langsung menerjang rumah. Saya dan seluruh warga di sini panik dan langsung berhamburan keluar rumah khawatir longsor akan semakin besar,” kata Hindun seperti diberitakan sukabumizone.com Jum’at, (18/10).

Masih seorang warga Kampung Talagasari Ahmad Suryani mengaku, sangat emosi dengan kejadian itu. Seharusnya pemerintah dapat melihat dampak yang akan timbul dari pembangunan proyek tersebut. ” Ini bukti dari kecerobohan para pengambil kebijakan yang hanya mementingkan keuntungan semata. Tanpa, memikirkan nasib kami, “tandasnya.

Ada tiga titik yang dianggap rawan longsor dua diantaranya di Kampung Talagasari dan satu titik di Kampung Panyaweuyan. “Sebab, di titik ini tidak ada saluran air sehingga kemungkinan longsor yang terbawa limpasan air hujan kemungkinannya cukup besar,”lanjutnya.

Senada dikatakan salah seorang warga Talagasari, Nican (30), puluhan warga dari awal sudah menolak keberadaan pembangunan pabrik semen. Menurutnya, kejadian ini merupakan bukti dari kekhawatiran warga. “Ini baru berapa persen pembangunan, apalagi kalau nantinya. Tentu bisa lebih parah,”keluhnya.

Mereka berharap, pemerintah dapat bertindak tegas dan menghentikan pembangunan proyek tersebut. “Jelas pembangunan proyek tidak memenuhi standar pembangunan. Seharusnya mereka memperhitungkan dampaknya,”pungkasnya.
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...