Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, October 10, 2013

Redaktur

KPU Luncurkan Maskot Pemilu 2014 - Ini Dia Maskot Pemilu 2014

Maskot dimenangkan Lilik Sugianti dari Bekasi, taglinenya Ayo Memilih
Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan jingle dan maskot Pemilu 2014 di Gedung KPU (Komisi Pemilihan Umum) di Jakarta, Kamis 10 Oktober 2013. Keluar sebagai pemenang atau juara utama untuk jingle adalah peserta asal Manado, Sulawesi Utara, Enrico Michael Wuri dengan judul 'Memilih untuk Indonesia'.

"Bagi yang menang kami mengapresiasi, jangan lihat hadiahnya, memang cukup besar. Tapi ini untuk keputusan bangsa dan negara kita. Semua ditujukan agar Pemilu 2014 lebih tersosialisasi ke publik, diterima oleh peserta pemilu," kata Ketua KPU, dalam sambutannya.

Husni mengungkapkan sebanyak 102 jingle mangikuti kompetisi tersebut. Dari jumlah ratusan itu, setelah melalui proses seleksi yang ketat, dari 1 Juli sampai dengan 17 Agustus 2013, kemudian diperas menjadi 10 besar.

"Ini merupakan hasil karya anak bangsa, tidak ada yang impor. Namanya hasil kompetisi, pasti ada yang menang dan kalah. Mudah-mudahan peserta yang kalah menerima kekalahannya tanpa perlu melaporkan ke Bawaslu dan sebagainya," dia berseloroh.

Sementara itu, untuk kompetisi maskot Pemilu 2014, dimenangkan oleh Lilik Sugianti dari Bekasi dengan tagline 'Ayo Memilih'. Sebelumnya, sebanyak 205 karya masuk ke panitia untuk diseleksi menjadi 10 besar.

Husni melanjutkan pemenang karya, baik jingle dan maskot, ditentukan dari sisi orisinalitas, tidak ada penjiplakan, konsep, kesesuaian tema, dan estetika. Karya yang ditetapkan sebagai juara akan menjadi hak eksklusif milik KPU.

Para pemenang pertama tersebut akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta. Sedangkan untuk Harapan I dan II mendapat Rp5 juta. [VIVAnews]
 
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu