Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, September 1, 2013

Malik Sukabumi

Baznas Kota Sukabumi Berikan Bantuan Pembinaan Kepada 325 Guru Non PNS.


Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Sukabumi, memberikan bantuan pembinaan kepada 325 guru non PNS di lingkungan Madrasah Diniyah (MD) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-kota sukabumi, bertempat di aula gedung Pusat Kajian Islam (Puskaji) Kota Sukabumi, Kamis, 29/08/2013.

“Bantuan pembinaan tersebut merupakan salah satu realisasi dari lima program yang dicanangkan lembaga BAZNAS kota Sukabumi, yakni program Bantuan untuk Guru dan Santri di lingkungan Kota sukabumi”, kata ketua panitia acara, KH. Yan Hasanudin Malik, dalam laporan yang dibacakannya.

Oleh karenanya, sambung Yan Hasanudin, pihaknya menghimbau kepada para muzakki yang ada di wilayah kota Sukabumi untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga yang telah ditunjuk pemerintah, yakni BAZNAS Kota Sukabumi.

“Kami akan terus berupaya mengumpulkan zakat. Dan berupaya untuk menyalurkannya agar bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat Kota Sukabumi”, tegasnya.

Sementara Ketua BAZNAS Kota Sukabumi, KH. Mukhtar Ubaidillah, dalam sambutannya mengatakan, baru kali ini pihaknya bisa memberikan bantuan kepada para guru di lingkungan MD dan TPQ.

“Sedangkan tahun sebelumnya hanya guru-guru ngaji yang menampung anak-anak pengajian, baik di rumah ataupun di mesjid saja yang mendapat bantuan”, ungkap  Mukhtar. Oleh karenanya, lanjut Mukhtar, pada hari ini sebagaimana juga dari hasil rapat kerja tahunan tahun 2013, bahwa kali ini akan memberikan bantuan kepada guru-guru, khususnya guru-guru TPQ.

“Namun karena hal ini berkembang, tidak hanya guru kepada guru TPQ saja, namun guru MD pun kali ini mendapatkannya”, jelas Mukhtar.

Demi kelancaran program-program ini Ketua BAZNAS Kota Sukabumi berharap agar masyarakat , tetap bisa menyalurkan zakat, infaq, shadaqah melalui lembaga yang dipimpinnya, terlebih zakat profesinya para PNS. Sebab dalam hal ini, hasil catatan yang diketahuinya, dari hampir 6000 PNS yang ada di Wilayah Kota Sukabumi, baru 12% yang menyalurkan zakatnya kepada BAZNAS kota Sukabumi.

“Bayangkan, jika dari skian banyak PNS per-bulan menyalurkan zakat profesinya ke BAZ, dengan jumlah  minimal/PNS Rp. 50.000 saja, maka per-tahun jumlahnya akan mencapai lebih dari Rp. 3M”. Tegas Ketua BAZNAS.

Dilain pihak, para Guru MD dan TPQ berharap agar program seperti ini terus berjalan. “Meski nilainya tidak seberapa, tapi kami sangat berteima kasih karena BAZNAS telah memperhatikan nasib-nasib kami selaku pengelola sekaligus pendidik yang tidak digaji oleh negara”, ucap salah seorang guru MD yang tidak ingin identitasnya disebutkan.

Seperti halnya guru-guru MD dan TPQ lainnya, Deden Jaenal Muttaqin, Kepala PTQ Yasmin Ahmad, Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi, sangat bersyukur atas kepedulian BAZNAS Kota Sukabumi terhadap lembaganya, “Semoga program yang dicanangkab BAZ tidak menghadapi kendala, hingga berjalan dengan lancar”, katanya.

Oleh karenanya ia menaruh harapan besar kepada pemkot untuk mendukung program-program BAZNAS tersebut, yang satunya dengan memberikan SK kepada para PNS agar menyalurkan zakat profesinya kepada BAZNAS. “Nilai yang sangat pantastis jika sekitar 6000 jumlah PNS se-kota Sukabumi menyalurkan zakat profesinya tersebut kepada BAZ, demi menunjang kelancaran program-program BAZ yang sangat mulia itu”, pungkas Deden.

Selain dihadiri para guru MD dan TPQ se-kota sukabumi dan para pengelola BAZNAS, hadir pada acara pemberian bantuan pembinaan kepada guru-guru non PNS di lingkungan MD dan TPQ tersebut, Ketua MUI, yang dalam hal ini diwakili Sekum MUI Kota Sukabumi, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren dari Kemenag dan Walikota Sukabumi, yang diwakili Asda II bidang Kesra, Drs. H. Ipin Syarifin. (Red*)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu