Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sunday, July 14, 2013

Redaktur

Hikmah Ramadhan

“Wahai orang-orang yang beriman, telah Aku tuliskan (wajibkan) untuk kalian Shaum Ramadhan sebagaimana telah Aku wajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar (dengan melaksanakan shaum itu) kalian menjadi orang-orang yang taqwa (takut akan siksa Allah)” . – QS.2 : 183.

Shaum bulan Ramadhan termasuk salah satu dari lima rukun Islam. Shaum dalam bahasa Qur’an telah kita kenal dengan Puasa, yang artinya menahan diri dari makan, minum dan bersetubuh suami istri dari mualai terbit pajar hingga terbenam matahari (maghrib) karena menjunjung tinggi perintah Allah.

Melihat ayat diatas, perintah, peraturan puasa atau shaum itu sendiri bukanlah peraturan yang baru diperbuat setelah Nabi Muhammad SAW. diutus saja, melainkan sudah diperintahkan juga kepada ummat-ummat terdahulu. Meskipun kitab-kitab sebelumnya, seperti Taurot tidak menerangkan peraturan puasa sampai sekecil-kecilnya (mendetai), namun didalamnya ada pujian dan anjuran kepada orang agar berpuasa.


Nabi Musa sendiri pernah puasa 40 hari. Sampai kepada zaman kita ini orang Yahudi masih tetap melakukan puasa pada hari-hari tertentu; puasa satu minggu sebagai peringatan hancurnya Jerusalem dan diambilnya kembali puasa hari kesepuluh pada bulan ketujuh menurut perhitungan mereka, yang mereka puasakan hingga malam hari.  >> Bersambung ! 
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu