Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, April 23, 2013

Malik Sukabumi

JPPR: KPU dan Bawaslu Terkesan Kurang Terbuka

sukabuminews, JAKARTA - Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M. Afifudin menilai adanya persaingan antara KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pemilu 2014 mendatang. Hal itu, hanya membuat masyarakat jadi bingung dan tidak respek terhadap kedua lembaga tersebut.
 
“Mestinya antara KPU dan Bawaslu lebih mengendorkan ego masing-masing,” kata M. Afifuddin, Jakarta, Selasa (23/4).
 
Menurut Afif, KPU sebagai lembaga penyelenggara Pemilu, dalam pembuatan Peraturan KPU mesti diuji publik terlebih dahulu. Pasalnya, kata Afif, selama ini KPU sering kali melakukan perubahan PKPU yang terkesan tidak serius dalam proses pembuatannya.  
 
“Yang paling penting adalah bagaimana proses pembuatan aturan itu. Karena seharusnya diuji publik dulu, jangan kalau ada masalah baru, dibongkar lagi,” ujar Afif.
 
Selain itu, KPU dan Bawaslu juga kurang terbuka pada publik. Misalkan, dalam tahapan dan pelaksanaan pemilu, publik tidak tahu bagaimana kerja mereka.
 
“Keterbukaan informasi, saat ini menjadi tuntutan publik, kalau KPU dan Bawaslu tidak bisa terbuka, maka ini bisa menjadi bom waktu,” ungkapnya. (Jay-menit.com/SUKABUMInews)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu